SAMPIT, TIKAMPOST.ID – Peristiwa kebocoran kapal KLM Berkat Usaha di perairan Muara Sungai Mentaya, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini ditangani kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.
Dalam perkembangan terbaru, jumlah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang berada di atas kapal saat kejadian dikoreksi menjadi 37 orang. Seluruh TKBM bersama awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, KLM Berkat Usaha dilaporkan mengalami kondisi darurat akibat kebocoran saat berada di perairan tersebut. Kapal kemudian berhasil dievakuasi dengan bantuan personel TNI Angkatan Laut bersama nelayan setempat.
Setelah proses evakuasi, kapal dilaporkan mengalami kandas di kawasan Gosong Muara Teluk Sampit.
Sementara itu, penyebab pasti kebocoran kapal hingga saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang. Belum terdapat keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan, kemungkinan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, maupun besaran kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
Kepolisian masih melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kebocoran pada KLM Berkat Usaha.
Dengan adanya proses penyelidikan tersebut, perkembangan perkara ini selanjutnya masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait.
Penulis : Red/Tim
Editor : Tikampost.id











