JAKARTA,TIKAM POST.
Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kian marak di Jakarta Barat. Salah satu lokasi yang disinyalir menjadi pusat aktivitas ilegal ini adalah SPBU Cendrawasih, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.
Wakil ketum LSM Pemantau Keadilan dan Negara ( PKN) , Marta Grace simanjuntak,SH., mengatakan bahwa aktifitas sejumlah kendaraan yang kerap mengantri di SPBU tersebut diduga kuat telah dimodifikasi untuk menampung solar subsidi dalam jumlah besar.
“Dari pengakuan sopir, mereka mendapat perintah dari Bosnya yang berinisial CN,” ujar Jay, Sabtu (14/6/2025).
Praktik penyelewengan BBM bersubsidi ini kerap melibatkan oknum operator SPBU.
“Para penimbun atau mafia solar bisa mendapatkan BBM dengan harga yang jauh dari standar Pertamina. Diduga ada kerja sama dengan petugas SPBU,” ungkapnya.
Modus operandi yang digunakan para mafia adalah dengan memodifikasi tangki kendaraan agar dapat menampung solar dalam jumlah besar, lalu menjual kembali ke industri dengan harga lebih tinggi.
“Mobil box warna kuning setelah tangki terisi penuh selanjutnya mobil box yang lain antri satu persatu dengan bos yang sama. Aktifitas pengisian BBM bersubsidi ini sampai jam 3 pagi,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Praktik ini tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga sangat meresahkan masyarakat yang kesulitan memperoleh BBM subsidi secara adil,” katanya.
Untuk itu ia mendesak agar aparat penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya, segera turun tangan menindak tegas para pelaku mafia solar dan oknum SPBU yang terlibat.
“Kami minta agar Kapolda segera bertindak. Ini bukan lagi rahasia umum. Mafia solar harus ditangkap dan diadili,” tandasnya.
(TIM).









