BANJIR DAN LONGSOR DI DHARMASRAYA, ANNISA : PERLU SOLUSI JANGKA PANJANG

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya – tikampost.id

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, kembali meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Dharmasraya. Jika kemarin di Kecamatan Koto Besar, kali ini Selasa (04/03/2023) di Kecamatan Sembilan Koto.

 

Dalam kunjungan ini, Bupati didampingi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Eldison, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Andar, dan disambut Camat Sembilan Koto, Fajar Robie Yunika

 

Bupati Annisa turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat dan meninjau infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat dalam menangani dampak banjir dan longsor guna memastikan keselamatan serta kenyamanan warga yang terdampak.

 

Kunjungan ke Lokasi Terdampak

 

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Masjid Nurul Huda di Nagari Silago, yang sempat terendam akibat meluapnya Sungai Batang Silago. Bupati Annisa meminta agar pemadam kebakaran segera membersihkan masjid dari lumpur agar warga bisa kembali beribadah dengan nyaman di bulan Ramadan ini.

 

“Mohon segera disampaikan kepada Damkar agar pekarangan masjid ini dibersihkan. Warga harus bisa beribadah dengan nyaman, terutama saat bulan puasa, ini” ujar Annisa kepada Kepala Pelaksana BPBD.

Baca Juga :  KONDISI BANJIR DI TRUMON RAYA KABUPATEN ACEH SELATAN SANGAT MEMPERHATIKAN DPRA DESAK PEMERINTAH SERIUS TANGANI BANJIR

 

Selanjutnya, Annisa dan rombongan bergerak menuju Jorong Monggosiung di Nagari Banai. Di lokasi ini, longsor telah terjadi selama hampir dua hari, mengisolasi delapan jorong di wilayah Padang Hilalang. Wali Nagari Banai, H. Irmandes, melaporkan bahwa akses warga terputus akibat material longsor yang menutupi jalan.

 

Menanggapi hal tersebut, Annisa meminta Plt Kepala Dinas PU, Andar, untuk segera menyelesaikan pembersihan material tanah dengan menggunakan alat berat yang saat itu sudah memulai pekerjaan.

“Mudah-mudahan paling lambat pukul 14.00 pekerjaan ini sudah selesai agar warga tidak lagi terisolasi. Dan insya Allah alat berat segera pindah membersihkan longsor lainnya di Mudik Lago,” lanjutnya.

 

Selain merusak infrastruktur, banjir juga menghancurkan sekitar 15 hektare sawah berusia tiga minggu di Nagari Banai. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu siklus tanam warga, terlebih karena material banjir membawa lumpur yang dapat merusak lahan pertanian.

 

Di Nagari Lubuk Karak, Bupati Annisa juga meninjau kondisi jalan yang terban akibat kuatnya arus Sungai Batang Momong. Jalan yang merupakan satu-satunya akses ke Jorong Koto Lamo ini putus total, menyebabkan warga terisolasi.

 

“Kami sangat berharap agar Pemkab segera memperbaiki jalan ini agar warga tidak kesulitan beraktivitas,” pinta Wali Nagari Lubuk Karak, Apridoni Nasar yang diamini Camat Sembilan Koto.

 

Baca Juga :  PERYATAAN SIKAP DARI PULUHAN ORGANISASI DAN TOKOH MASYARAKAT WAY KANAN "TOLAK MOBIL BATU BARA MELINTAS DI JALINSUMTENG

Langkah Pemerintah Daerah :

 

Menanggapi berbagai laporan dari masyarakat, Bupati Annisa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah cepat dan tepat guna menangani dampak bencana.

 

Dalam jangka pendek, BPBD dan Dinas Sosial diminta segera mendirikan dapur umum di sejumlah titik untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

 

“Langkah pertama, kami akan mendirikan dapur umum agar warga yang terdampak bisa mendapatkan makanan dengan layak,” ungkap Annisa.

 

Selain itu, pihaknya akan melakukan kajian mendalam mengenai penyebab dan pola banjir tahunan yang terjadi di wilayah tersebut. Normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembangunan turap, serta pemasangan batu bronjong di beberapa titik strategis menjadi solusi yang akan dipertimbangkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

 

“Banjir ini terjadi setiap tahun dan selalu berdampak luas, termasuk pada sektor pertanian. Kita akan kaji solusi jangka panjang, seperti normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembangunan turap, dan pemasangan batu bronjong di titik rawan, agar kejadian ini tidak terus berulang,” jelasnya.

 

Annisa juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memetakan potensi bencana di Dharmasraya guna mengidentifikasi titik-titik rawa

(San) 

Berita Terkait

Grebek Dua Lokasi Diduga Kampung Narkoba, Polres Pesisir Barat Amankan Dua Pria dan Sita 67,64 Gram Ganja
KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Grebek Dua Lokasi Diduga Kampung Narkoba, Polres Pesisir Barat Amankan Dua Pria dan Sita 67,64 Gram Ganja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru