Proyek Pembangunan Jembatan Saluran Sekunder di Desa Manyahi Dipertanyakan

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA KAPUAS, TikamPost.id — Jumat, 19 Desember 2025

Pembangunan jembatan Box Culvert pada saluran sekunder di Desa Manyahi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, menuai sorotan warga. Proyek tersebut dipertanyakan lantaran dinilai tidak dikerjakan sesuai standar teknis, terutama terkait penggunaan alat pendukung pekerjaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengecoran jembatan dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Selain itu, pada titik nol pekerjaan tidak terlihat penggunaan alat berat seperti excavator. Kondisi serupa juga terjadi pada pembuatan jalan alternatif di sekitar lokasi proyek yang dikerjakan tanpa alat berat.

“Pengecoran dilakukan manual, jalan alternatif juga tidak pakai excavator. Ini jelas mengurangi volume dan kualitas pekerjaan. Warga yang seharusnya menerima manfaat justru dirugikan,” ujar salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  KAPOLRES DHARMASRAYA PIMPIN APEL PEMBUKAAN ORIENTASI DAN TRADISI PENYAMBUTAN PERWIRA DAN BINTARA BARU

Warga tersebut menyebutkan, proyek pembangunan jembatan tersebut berada di bawah Bidang Bina Marga dengan nomor kontrak 600.1.10/1886/KTRK-BM/DAU/VIII/DPUPR/2025, tertanggal 1 Agustus 2025.

Adapun kontraktor pelaksana proyek adalah PT Sinar Sakti Sultan yang berpusat di Palangka Raya, dengan pagu anggaran sebesar Rp993.249.000 (sembilan ratus sembilan puluh tiga juta dua ratus empat puluh sembilan ribu rupiah) yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, warga juga menyoroti tidak ditemukannya kantor Direksi Keet di sekitar lokasi pekerjaan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa proyek dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Atas kondisi tersebut, warga meminta aparat penegak hukum, khususnya pihak kejaksaan, untuk turun tangan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai kontrak.

Baca Juga :  SMP Negeri 2 Tamban Catur Terima Dana Revitalisasi Rp1,1 Miliar dari Kemendikbud

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas melalui Kepala Bidang Bina Marga, Heni Mariati, ST, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan jembatan secara manual dilakukan dengan tujuan menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Pekerjaan dilakukan secara manual agar kualitas tetap terjaga. Setelah pekerjaan selesai, tetap akan kami lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Namun demikian, warga kembali mempertanyakan metode pekerjaan tersebut. Mereka menilai, mulai dari pembuatan kerangka jembatan hingga proses pengecoran seharusnya menggunakan alat pendukung seperti mesin molen agar campuran semen, pasir, dan kerikil lebih merata sehingga mutu beton terjamin.

Warga juga menegaskan bahwa pada pekerjaan pembuatan jalan alternatif di sisi kiri dan kanan jembatan, semestinya digunakan alat berat seperti excavator untuk penggalian tanah. Tidak digunakannya alat tersebut dinilai berpotensi menyalahi ketentuan teknis yang berlaku.

Penulis : Moh. Sariansyah

Editor : redaksi tikamPost

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi
Kapolres Dharmasraya Pimpin Pengamanan Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP Sungai Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Berita Terbaru