KUALA KAPUAS, Tikampost.id — UPT KPHL Kapuas Kahayan bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran serta mengantisipasi dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan lingkungan.
Kepala UPT KPHL Kapuas Kahayan, Mico Duwiter, S.Hut., M.Si., mengatakan pihaknya bersama sejumlah personel langsung melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi sejak Rabu, 12 Agustus 2026.
“Berdasarkan informasi NASA NOAA-20, terdapat titik koordinat -2°14’2.376″, 114°25’47.016″. Dari hasil pemantauan, luas areal yang terbakar diperkirakan sekitar 40 hektare, sementara yang sudah berhasil dipadamkan kurang lebih 5 hektare,” ujar Mico saat ditemui awak media, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, kawasan yang terdampak kebakaran merupakan kawasan hutan lindung. Dalam penanganan tersebut, UPT KPHL Kapuas Kahayan mengerahkan enam personel, dibantu enam personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Lestari Tumbang Mangkutup.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya satu unit speed boat 200 PK, dua unit perahu ces, dua unit mesin pompa Honda WL, tiga buah selang hisap, 20 roll selang tembak, lima unit nozzle 1,5 inci, serta dua unit handy talky (HT).
Mico menjelaskan, vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, kayu blangiran, tumih dan jenis vegetasi lainnya. Kondisi lahan juga didominasi tanah gambut sehingga kebakaran terjadi tidak hanya di permukaan, tetapi juga berpotensi menjalar ke lapisan bawah tanah.
Untuk mengantisipasi meluasnya api, petugas secara berkala melakukan pemantauan menggunakan drone. Apabila ditemukan titik api, petugas segera melakukan pemadaman secara langsung.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan pembukaan atau booking areal sebagai upaya membatasi pergerakan api, membuat sekat bakar, serta melakukan pembasahan di area yang berpotensi kembali terbakar.
“Kendala kami di lapangan saat ini adalah belum adanya akses jalan darat yang secara langsung menuju lokasi kebakaran. Selain itu, kondisi air kanal maupun sungai sedang surut,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan terakhir, masih ditemukan sejumlah titik api di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menyebabkan asap masih terlihat cukup tebal dan api belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Jarak dari sumber air menuju titik lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 50 meter sehingga petugas masih harus melakukan upaya pemadaman dan pembasahan secara intensif.
Kegiatan pemadaman dilakukan mulai pukul 08.30 WIB hingga sore hari. Petugas dijadwalkan kembali melanjutkan proses pemadaman dan pembasahan pada hari berikutnya guna memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.

Mico berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan kondisi wilayah Kapuas Kahayan maupun Kalimantan Tengah dapat terbebas dari kabut asap.
“Kami berharap ke depan kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi secara maksimal menuju Kalimantan Tengah bebas asap,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya penanganan karhutla, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Saya selaku Kepala UPT KPHL Kapuas Kahayan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat yang telah memberikan dukungan. Alhamdulillah, seluruh proses kegiatan karhutla yang dilaksanakan berjalan aman dan lancar,” tegas Mico.
Penulis : Moh. Sariansyah
Editor : Tikampost











