KOTA TANGERANG, TikamPost.id — Aktivitas pengurugan lahan kosong di kawasan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, diduga menimbulkan persoalan lingkungan dan infrastruktur. Pasalnya, akses keluar-masuk armada pengangkut material tersebut melintasi wilayah Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan truk bermuatan tanah dan material yang disebut berupa sampah dilaporkan melintas setiap hari. Aktivitas tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelengkapan perizinan operasional serta dampaknya terhadap kondisi jalan yang dilalui kendaraan bertonase tinggi.
Selain aktivitas pengangkutan, di lokasi juga dilaporkan terdapat bangunan jembatan yang digunakan sebagai akses truk untuk melintasi anak kali di Jalan Raya Adam Malik, kawasan Deplu, yang disebut berada di perbatasan Provinsi Banten dan DKI Jakarta.
Keberadaan jembatan tersebut perlu mendapat perhatian dari instansi berwenang, terutama terkait status perizinan, kelayakan konstruksi, serta aspek keselamatan bagi pengguna jalan dan lingkungan sekitar. Namun, dugaan pelanggaran perizinan maupun kelayakan bangunan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Lalu lintas truk bermuatan berat yang berlangsung setiap hari juga berpotensi mempercepat kerusakan jalan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur yang memadai. Pemerintah daerah terkait perlu menelusuri aktivitas tersebut, termasuk memeriksa perizinan, jalur operasional kendaraan, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai legalitas kegiatan pengurugan dan status perizinan jembatan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari instansi berwenang serta pihak pengelola kegiatan. Klarifikasi dari Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan pihak pengelola diperlukan agar persoalan ini dapat ditangani berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Penulis : Red/Tim
Editor : Tikampost.id











