Tahuna, Sangihe – Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. Pemadaman listrik yang sering terjadi secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya telah memicu keresahan dan kemarahan warga. Keluhan ini meluas di media sosial, menggambarkan semakin parahnya situasi kelistrikan di wilayah tersebut.
Berbagai kalangan mendesak Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, untuk mengambil tindakan tegas terhadap buruknya kinerja PLN UP3 Tahuna. Cinderella Humamping, seorang pelanggan PLN, menyatakan keprihatinannya dan meminta Bupati memanggil manajer UP3 Tahuna untuk meminta pertanggungjawaban atas pelayanan yang buruk.
Senada dengan itu, Charles Balanehu, Ketua A2NU (Aliansi Aktivis Nusa Utara), mengajukan beberapa tuntutan. Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) Sangihe untuk segera menyurati PLN UP3 pusat guna meninjau langsung kondisi kelistrikan di Sangihe. Lebih lanjut, Charles mendesak agar PLN UP3 pusat hadir di lapangan untuk menyelidiki penyebab pemadaman yang berulang dan mempertimbangkan penggantian manajer UP3 Tahuna yang dinilai gagal memberikan solusi. Ia juga menyoroti perlunya penggantian mesin pembangkit yang sudah usang dan relokasi ke tempat yang lebih aman dari pemukiman penduduk. Charles juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sangihe agar tidak tinggal diam dan turut menekan PLN UP3 Tahuna untuk meningkatkan pelayanan.
Pemadaman listrik yang hampir terjadi setiap saat ini berdampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Sangihe. Kerusakan alat elektronik milik warga dan gangguan terhadap roda perekonomian daerah, khususnya sektor usaha restoran dan pertokoan, menjadi dampak yang signifikan. Charles menekankan perlunya pertanggungjawaban PLN UP3 Tahuna atas kerusakan alat elektronik warga akibat pemadaman mendadak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PLN UP3 Tahuna belum dapat dikonfirmasi.
#Mike towira#









