Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Lapak Karet di Air Ringkih, Minta Pemerintah Turun Tangan

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAY KANAN, Tikampost.id — Sejumlah warga Kampung Air Ringkih, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Lampung, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas penjualan dan pengolahan karet mentah di sekitar permukiman warga.

Keluhan tersebut disampaikan warga karena aroma tidak sedap yang menurut mereka muncul hampir setiap hari dan mengganggu kenyamanan saat beraktivitas maupun beristirahat di rumah.

Warga menyebut, bau khas karet yang ditimbun dan diduga mengalami proses pengolahan tersebut terkadang tercium hingga ke permukiman yang berjarak puluhan meter dari lokasi usaha. Kondisi itu dinilai semakin mengganggu pada waktu tertentu, terutama ketika arah angin membawa aroma dari lokasi menuju rumah warga.

Baca Juga :  600 Mahasiswa Universitas Baiturrahmah Ramaikan USR ke-X di Nagari Tabek, Makan Bajamba Kental Nuansa Adat Minangkabau

Sejumlah warga mengaku terpaksa menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya bau. Mereka juga mengkhawatirkan kondisi tersebut apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Selain persoalan bau, warga juga mempertanyakan pengelolaan sisa atau limbah dari aktivitas pengolahan karet di sekitar lokasi. Mereka menduga terdapat material atau limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola sesuai ketentuan.

Namun, terkait dugaan pencemaran udara, tanah, maupun aliran air tersebut, diperlukan pemeriksaan dan pengujian oleh instansi berwenang untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap baku mutu lingkungan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya serta mengambil langkah sesuai hasil pemeriksaan.

Baca Juga :  DI DUGA KEPALA SEKOLAH UPT SMP 05 GUNUNG LABUHAN MENYELEWENG KAN DANA BOS

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kami hanya ingin lingkungan tempat tinggal kami tetap nyaman dan tidak terganggu oleh bau yang muncul dari aktivitas usaha tersebut,” ujar salah seorang warga.

Warga juga meminta pihak pengelola lapak karet memperhatikan dampak aktivitas usahanya terhadap lingkungan sekitar serta melakukan pengelolaan limbah dan sumber bau sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik melalui komunikasi antara pengelola usaha, masyarakat, dan pemerintah, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan serta hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Penulis : Sumarto

Editor : Tikampost.id

Berita Terkait

16 SPT Tahun 2007 Diklaim Belum Diselesaikan PT WUL, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Tasyakuran dan Peresmian Tempat Belajar Baru SLB Perpenca Panti, Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Diduga Dicekok Ekstasi oleh Rekannya Mahasiswi Tewas di Hotel Duri Kosambi
Siswa SMPN 7 Banjit Gelar Salat Istisqa, Kepala Sekolah Ajak Siswa Berserah Diri kepada Allah
Kepala Kampung Bandar Sari dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pustu
Berantas Tambang Ilegal, Polres Dharmasraya Musnahkan Lokasi PETI di Sungai Kambut
Polres Dharmasraya Salurkan 7.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Warga Keluhkan Penyaluran Bantuan Beras, Minta Verifikasi Penerima Dilakukan Langsung ke Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:45 WIB

16 SPT Tahun 2007 Diklaim Belum Diselesaikan PT WUL, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 12 September 2026 - 13:45 WIB

Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Lapak Karet di Air Ringkih, Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 12 September 2026 - 11:48 WIB

Tasyakuran dan Peresmian Tempat Belajar Baru SLB Perpenca Panti, Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Jumat, 11 September 2026 - 11:29 WIB

Diduga Dicekok Ekstasi oleh Rekannya Mahasiswi Tewas di Hotel Duri Kosambi

Jumat, 11 September 2026 - 10:19 WIB

Siswa SMPN 7 Banjit Gelar Salat Istisqa, Kepala Sekolah Ajak Siswa Berserah Diri kepada Allah

Berita Terbaru