Pemasangan Bronjong Diduga Gunakan Batu Bulat Berukuran Kecil, Warga Minta Pengawasan Ketat

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan informasi proyek rehabilitasi jalan dan pembangunan Jembatan Gantung Way Besai, Way Kanan, yang dikerjakan oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Lampung. Proyek ini menjadi sorotan warga terkait dugaan penggunaan material batu bulat berukuran kecil pada pekerjaan pemasangan bronjong di lokasi. Foto: Tikampost.id/Marto

Papan informasi proyek rehabilitasi jalan dan pembangunan Jembatan Gantung Way Besai, Way Kanan, yang dikerjakan oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Lampung. Proyek ini menjadi sorotan warga terkait dugaan penggunaan material batu bulat berukuran kecil pada pekerjaan pemasangan bronjong di lokasi. Foto: Tikampost.id/Marto

WAY KANAN, Tikampost.id – Pekerjaan pemasangan bronjong sebagai penahan tebing dan pengaman bantaran sungai di ruas Kampung Sumbersari–Kemu, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menjadi sorotan sejumlah warga. Pasalnya, material pengisi bronjong yang digunakan di lokasi diduga berupa batu bulat berukuran kecil.

Sejumlah warga menilai penggunaan material tersebut perlu mendapat perhatian karena dikhawatirkan tidak sesuai dengan standar teknis pekerjaan konstruksi bronjong. Menurut mereka, material yang digunakan berpotensi memengaruhi kekuatan dan ketahanan bangunan, terutama saat menghadapi debit air yang tinggi pada musim hujan.

Berdasarkan standar teknis pekerjaan sipil, pengisian bronjong umumnya menggunakan batu belah atau batu utuh berukuran cukup besar agar dapat saling mengunci, tidak mudah bergeser, serta memiliki daya tahan terhadap arus air dan tekanan tanah.

Baca Juga :  *MELALUI LAYANAN 110, POLISI DENGAN SIGAP BANTU PENGENDARA ALAMI PECAH BAN DI JALINSUM WAY KANAN.*

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, sebut saja Yana, mengaku khawatir terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

“Kami khawatir bangunan ini tidak bertahan lama. Jika terus menggunakan batu bulat berukuran kecil, kami takut saat musim hujan bronjong mudah rusak atau longsor sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya kepada Tikampost.id, Senin (27/7/2026).

Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung bersama konsultan pengawas segera melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian, warga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap material yang digunakan serta perbaikan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Laporan Wartawan Disorot, Unggahan Hendri di Media Sosial Tuai Perhatian

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada penanggung jawab logistik proyek telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut telah terbaca tetapi belum memperoleh tanggapan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai material yang digunakan dalam pekerjaan pemasangan bronjong tersebut.

Tikampost.id akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

Media ini juga memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

 

Penulis : SURMARTO

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Kepala Kampung Waypisang Bantah Klaim Penerimaan CSR dari PT UB, Warga Harapkan Penyaluran yang Transparan
Warga Pondok Kacang Barat Tolak Aktivitas Debt Collector di Jalan AMD Raya, Minta RT/RW dan Aparat Bertindak
Kobra Kapuk Merasa Dirugikan, Minta Pemilik Akun TikTok @achmad.sobari21 Klarifikasi Tuduhan Suap
KSOP Desak Pengusaha Tambang Galian C Serius Urus Perizinan OSS, Contoh Keberhasilan CV Kreasi Berkat Sahabat Jadi Acuan
Bawaslu Dharmasraya Gelar Rapat Pengelolaan Kehumasan, Perkuat Sinergi Bersama Kominfo dan Media Massa
Bawaslu Dharmasraya Evaluasi Kinerja Kehumasan, Perkuat Publikasi dan Keterbukaan Informasi
Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi, Rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna Rp90 Miliar Disorot
Marak Aksi Begal di Way Kanan, Wakil Pimpinan Redaksi Tikampost Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:56 WIB

Kepala Kampung Waypisang Bantah Klaim Penerimaan CSR dari PT UB, Warga Harapkan Penyaluran yang Transparan

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:45 WIB

Warga Pondok Kacang Barat Tolak Aktivitas Debt Collector di Jalan AMD Raya, Minta RT/RW dan Aparat Bertindak

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:39 WIB

Kobra Kapuk Merasa Dirugikan, Minta Pemilik Akun TikTok @achmad.sobari21 Klarifikasi Tuduhan Suap

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:36 WIB

KSOP Desak Pengusaha Tambang Galian C Serius Urus Perizinan OSS, Contoh Keberhasilan CV Kreasi Berkat Sahabat Jadi Acuan

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:32 WIB

Pemasangan Bronjong Diduga Gunakan Batu Bulat Berukuran Kecil, Warga Minta Pengawasan Ketat

Berita Terbaru