BONDOWOSO, JAWA TIMUR — Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang terdampak akibat tingginya curah hujan pada 23 Februari 2026 lalu, kembali menjadi sorotan. Kerusakan pada jembatan tersebut berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pengguna jalur Bondowoso–Jember yang merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas warga dan distribusi ekonomi.
Sebagai upaya mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, jalur alternatif yang saat ini digunakan warga mulai mendapat perhatian, termasuk melalui proses pengaspalan agar kondisi jalan lebih baik dan nyaman dilalui.
Sebelumnya, Bupati Bondowoso, Dr. R. K. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., disebut telah meninjau langsung kondisi jalur alternatif tersebut. Perbaikan jalur ini diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan perjalanan masyarakat selama penanganan Jembatan Sentong berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan disebut telah berdiri sejak 1923 dan merupakan peninggalan era kolonial Belanda. Namun, kondisi jembatan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan.
Sementara itu, Ikrom, seorang relawan ambulans yang ditemui media, berharap proses pengaspalan jalur alternatif dapat segera dirampungkan. Menurutnya, perbaikan akses jalan sangat penting untuk mendukung kelancaran mobilitas warga serta distribusi barang dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia juga berharap jajaran instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap pekerjaan di lapangan agar proses pengaspalan berjalan sesuai rencana. Selain itu, percepatan penanganan dan pembangunan infrastruktur jembatan dinilai penting agar akses masyarakat dapat kembali normal.
Kerusakan Jembatan Sentong dan kondisi jalur alternatif menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap penanganan yang dilakukan dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas pengguna jalan dan roda perekonomian di jalur Bondowoso–Jember kembali berjalan lancar.
Penulis : Anang Febriansyah
Editor : Tikampost.id











