JAKARTA,TIKAMPOST.id – Sejumlah warga berburu besi bekas dari puing-puing bangunan yang dibongkar di bantaran Kali Apuran, RT 008/RW 012, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (27/10/2026).
Pantauan di lokasi, besi-besi bekas tersebut masih tertanam di dalam beton sisa bangunan. Warga pun berupaya mengeluarkan besi menggunakan peralatan seadanya seperti, palu, linggis, gergaji besi.
Salah satu warga,Asep, yang ditemui di lokasi mengatakan, besi bekas yang berhasil dikumpulkan nantinya dijual dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram.
“Lumayan, besinya sayang kalau tidak dimanfaatkan. Bisa dijual ke lapak besi tua dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram,” ujar Asep.
Aktivitas warga mengumpulkan besi bekas tersebut berlangsung saat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat membongkar sejumlah bangunan di bantaran Kali Apuran.
Pembongkaran Bangunan dilakukan untuk mendukung pembangunan rumah pompa sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Sebelum pembongkaran dilakukan, pemilik bangunan telah direlokasi ke Rumah Susun Cinta Kasih Buddha Tzu Chi di Cengkareng Timur.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan pembongkaran bangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lahan itu rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
“Karena itu, kami dari jajaran kota berupaya melakukan intervensi. Secara bertahap, kami melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendekatan yang kondusif kepada masyarakat agar mau direlokasi,” kata Iin, Selasa (27/10/2026).
Iin menjelaskan, berdasarkan pendataan, terdapat 31 bangunan milik warga di kawasan bantaran hilir Kali Apuran yang terdampak revitalisasi. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat telah memfasilitasi relokasi terhadap 31 pemilik bangunan ke Rusun Cinta Kasih Buddha Tzu Chi.
(Rwn/kbr)











