BANJARMASIN – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwaghandy menyebut inovasi sertifikasi nelayan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan saat melaut.
“Sertifikasi nelayan adalah terobosan teknologi yang membantu para nelayan berlayar dengan lebih aman,” ujar Dudy dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (24/9/2025).
Dilansir Antara, program sertifikasi menekankan kewajiban nelayan melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, serta pemanfaatan sistem teknologi yang menghubungkan nelayan dengan pihak berwenang ketika terjadi keadaan darurat.
Kemenhub juga terus mengembangkan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) untuk memperkuat layanan e-government, sejalan dengan visi “Transportasi Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Tujuannya agar setiap nelayan yang melaut dapat kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga,” kata Dudy.
Dalam kesempatan itu, Kemenhub meluncurkan E-Pas Kecil, dokumen status hukum kapal nelayan berbasis digital yang memuat data kapal menggantikan Pas Kecil kertas. Dudy menyerahkan 300 Kartu E-Pas Kecil, 500 Buku Pelaut Merah, dan 165 sertifikat Surat Keterangan Kemampuan (SKK) berlayar untuk jarak 30 dan 60 mil.
Ia menegaskan, penguatan keselamatan pelayaran bukan hanya soal infrastruktur teknis, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, regulasi, dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan ketepatan operasional di laut.
Menurut Dudy, nelayan setiap hari menghadapi risiko besar mulai dari cuaca buruk, potensi kecelakaan kapal, hingga keterbatasan sarana dan prasarana.
“Nelayan merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional dan perekonomian maritim. Tantangan keselamatan pelayaran tidak bisa diabaikan,” tegasnya.
(Tim)










