Diduga Asal Jadi, Pembangunan Rabat Beton Desa Tanjung Harapan Tak Sesuai RAB

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara, TikamPost.id — Hulu Sungkai, Selasa (04/11/2025).

Pembangunan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Desa. Berdasarkan hasil penelusuran tim media TikamPost.id di lapangan, pekerjaan tersebut terindikasi asal jadi, dengan kualitas bangunan yang sudah mengalami kerusakan meski belum lama selesai dikerjakan.

Saat tim menyambangi Kaur Pembangunan Desa Tanjung Harapan, Yopison Hendra, ia menjelaskan bahwa ketebalan rabat beton tersebut seharusnya 15 cm dengan lebar 250 cm. Namun, hasil pengukuran di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian: bagian pinggir memang mencapai 15 cm, tetapi bagian tengah hanya sekitar 5 cm, terlihat jelas dari bekas plastik dasar coran.

Baca Juga :  KAMPUNG SIDOARJO MEMPEROLEH PRESTASI GEMILANG DENGAN MERAIH JUARA KETIGA

Lebih mengejutkan lagi, saat tim mencoba mengonfirmasi ke rumah Kepala Desa, suami Kepala Desa tersebut justru mengatakan,

> “Sudah kami bangun, soal kerusakan bukan tanggung jawab kami lagi,” ujarnya dengan nada tegas.

Berdasarkan data yang dihimpun, pekerjaan rabat beton di desa tersebut menelan anggaran sebesar Rp143.031.000 (seratus empat puluh tiga juta tiga puluh satu ribu rupiah), ditambah lagi pekerjaan lain senilai Rp18.730.000 (delapan belas juta tujuh ratus tiga puluh ribu rupiah). Anggaran yang tergolong besar itu menimbulkan pertanyaan, mengingat hasil pembangunan justru dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi RAB Desa dan cepat mengalami kerusakan.

Baca Juga :  *PISAU YANG DIGUNAKAN UNTUK ANIAYA PEGAWAI DAMRI DIBUANG DI TOL MASIH DICARI POLISI*

Sejumlah warga pun menyampaikan kekecewaannya. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan,

> “Pembangunan ini belum lama selesai tapi sudah rusak. Kualitasnya sangat buruk, kami masyarakat di sini kecewa,” ungkapnya.

Masyarakat berharap pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Lampung Utara serta Inspektorat dapat segera turun memeriksa ulang seluruh kegiatan pembangunan, terutama yang berada di Dusun 1 dan Dusun 3. Rencananya, media bersama ormas dan LSM akan turut melaporkan dugaan penyimpangan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Erwan Ependi

Editor : Redaksi TikamPost.id

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi
Kapolres Dharmasraya Pimpin Pengamanan Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP Sungai Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Berita Terbaru