William Soroti Pak Ogah yang Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Tegas dan Konsisten

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

William menilai persoalan Pak Ogah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, persoalan tersebut tidak akan tuntas tanpa perhatian khusus dari gubernur. (Foto: Wiliam/@threads)

William menilai persoalan Pak Ogah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, persoalan tersebut tidak akan tuntas tanpa perhatian khusus dari gubernur. (Foto: Wiliam/@threads)

JAKARTA,Tikampost.id – Maraknya praktik juru parkir liar dan Pak Ogah di sejumlah wilayah Jakarta menjadi sorotan Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana SH.

William menilai persoalan Pak Ogah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, persoalan tersebut tidak akan tuntas tanpa perhatian khusus dari gubernur.

“Jujur saja: masalah Pak Ogah tidak akan selesai selama Gubernur tidak menaruh perhatian khusus menertibkan,” tulis William Melalui unggahan di akun Threads pribadinya dilihat Tikampost.id, Minggu (11/10/2026).

Ia mengungkapkan, laporan mengenai keberadaan Pak Ogah yang dikeluhkan warga telah berulang kali disampaikan. Namun, penanganannya dinilai belum memberikan hasil yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Koramil 04/Cengkareng Gelar Khitanan Gratis di RW 012 Kapuk

Menurut William, setelah dilaporkan, sejumlah Pak Ogah hanya menghindar sementara atau berpindah lokasi, kemudian persoalan serupa kembali muncul.

“Setiap laporan yang saya lakukan, Pak Ogah itu kabur sementara atau pindah tempat,” ungkapnya.

William menilai, penertiban Pak Ogah, PKL, hingga bangunan di bantaran kali membutuhkan keberanian dan ketegasan pemimpin meski berisiko menuai penolakan politik.

“Penegakan hukum seperti penertiban Pak Ogah, PKL, dan menggusur warga di bantaran kali sangat tidak populer. Sejauh ini hanya Ahok yang berani,” kata William.

Baca Juga :  Pemerintah Pekon Penengahan Salurkan BLT-DD Tahap 1 Tahun 2025

Lebih lanjut William menilai, kuatnya jaringan juru parkir liar dan Pak Ogah menjadi tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta karena penertibannya berisiko menimbulkan konsekuensi politik.

“Risiko politik sangat besar. Apalagi jaringan tukang parkir dan Pak Ogah ini sangat besar/kuat,”ujarnya.

Sorotan tersebut kembali menempatkan persoalan Pak Ogah sebagai tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta, terutama dalam memastikan penertiban berjalan konsisten dan tidak sekadar memindahkan masalah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Penanganan yang berkelanjutan diperlukan agar keluhan masyarakat tidak terus berulang dan ketertiban di ruang publik dapat terjaga.

(Rwn/Kbr)

Berita Terkait

Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kresek Ikuti UKW JMSI di Dewan Pers
Satpol PP Kelurahan Kapuk Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI
KSOP Pulang Pisau dan Kejari Perkuat Sinergitas Antarinstansi
Wali Kota Arifin Sambut Pelaksanaan UKW di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
Kepala SMA Negeri 1 Banjit Ucapkan Selamat Hari Batik Nasional, Ajak Wujudkan Cinta Budaya Bangsa
Peringati Hari Batik Nasional, SDN Mangli 02 Ajak Siswa Kenakan Batik
Kantor Camat Jayapura OKU Timur Memprihatinkan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak
UKW JMSI di Hall Dewan Pers Berakhir, Teguh Santosa: Wartawan Harus Bikin Terang Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:27 WIB

William Soroti Pak Ogah yang Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Tegas dan Konsisten

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kresek Ikuti UKW JMSI di Dewan Pers

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Satpol PP Kelurahan Kapuk Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:38 WIB

KSOP Pulang Pisau dan Kejari Perkuat Sinergitas Antarinstansi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Wali Kota Arifin Sambut Pelaksanaan UKW di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Berita Terbaru