TANGERANG SELATAN, Tikampost.id – Upaya meningkatkan kemampuan motorik, kedisiplinan, tanggung jawab, serta bakat anak berkebutuhan khusus (ABK) terus dikembangkan di Sekolah Spektrum, Bintaro, Tangerang Selatan.
Kegiatan pembelajaran dan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus. Setiap kemampuan anak terus dilatih secara konsisten sesuai dengan potensi masing-masing.
Kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi salah satu hal yang terus ditanamkan kepada para siswa. Proses tersebut membutuhkan pendampingan dan latihan secara berkelanjutan agar kemampuan yang telah dimiliki anak dapat terus berkembang.
Di sela kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) pagi, tim media berbincang dengan dua tenaga pendamping yang turut berperan dalam mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, yakni guru pendamping dan mentor musik.

Alif, selaku mentor musik, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, semangat para siswa dalam belajar musik menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan mudah dipahami.
«“Saya sangat terharu dan bangga menjadi bagian dari perjalanan anak-anak hebat ini. Mereka selalu bersemangat dalam belajar musik, sehingga saya juga termotivasi untuk lebih semangat dan kreatif agar apa yang saya ajarkan dapat diterima dan dimengerti oleh anak-anak,” ujar Alif.»
Ia mengatakan, siswa di Sekolah Khusus Spektrum memiliki beragam potensi dan bakat, termasuk dalam bidang seni musik.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa, yakni Radian, Riza, David, Reymond, dan Habibi, turut memainkan beberapa lagu untuk menyambut tamu yang hadir.
Sementara itu, Renggo selaku guru pendamping menilai anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan ruang dan wadah yang memadai untuk mengembangkan bakat serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Anak-anak istimewa ini juga perlu wadah untuk mengembangkan bakat mereka supaya bisa lebih percaya diri dan dapat menginspirasi para orang tua yang memiliki anak istimewa,” kata Renggo.
Menurut Renggo, proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan konsistensi. Pemberian materi tidak cukup dilakukan hanya sekali atau dua kali, tetapi harus dilakukan secara berulang dan berkelanjutan.
“Yang perlu kita tanamkan adalah konsisten dalam memberikan ilmu kepada anak-anak, karena anak-anak tidak bisa hanya satu atau dua kali dalam menerima ilmu. Konsistensi latihan di rumah dan di sekolah, serta kerja sama dan dukungan orang tua sangat diperlukan,” ujarnya.
Ia berharap proses pendampingan, pelatihan, dan pemberian dukungan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dengan dukungan guru, mentor, keluarga, dan lingkungan sekitar, potensi serta bakat yang dimiliki setiap anak diharapkan dapat terus berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Penulis : Anang
Editor : Tikampost











