JAKARTA,TIKAMPOST.id – Imbauan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar warga tetap tenang dan waspada menyusul penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau patut diapresiasi. Namun, di tengah ancaman tersebut, masyarakat juga membutuhkan lebih dari sekadar imbauan.
Pemprov DKI Jakarta dituntut memastikan langkah mitigasi berjalan konkret, terukur, dan mudah diakses masyarakat.
Pramono menyebut Gunung Anak Krakatau berada pada Level 3 atau Siaga dan abu vulkanik telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Arah pergerakan abu sangat dipengaruhi kondisi angin sehingga situasi dapat berubah sewaktu-waktu.
Dalam kondisi seperti ini, kecepatan informasi menjadi krusial. Pemprov DKI perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai wilayah terdampak, kualitas udara, perkembangan konsentrasi abu, serta langkah yang harus dilakukan apabila kondisi memburuk.
Bukan hanya masyarakat yang perlu diminta waspada. Pemerintah juga harus menunjukkan kesiapan.
Ketersediaan masker, kesiapan fasilitas kesehatan, perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, hingga koordinasi dengan sekolah dan tempat kerja menjadi bagian penting dari mitigasi yang perlu dipastikan.
Apalagi abu vulkanik bukan sekadar persoalan lingkungan. Paparan partikulat dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Karena itu, imbauan 5M yang disampaikan Pemprov DKI perlu diikuti dengan edukasi yang masif dan mudah dipahami. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa ada abu vulkanik setelah kondisi sudah terlihat atau dirasakan secara langsung.
Pemprov DKI juga perlu memastikan kanal informasi resmi berfungsi efektif dan mampu menjawab kebutuhan publik secara cepat. Informasi yang terlambat atau simpang siur justru berpotensi menimbulkan kepanikan.
Di sisi lain, masyarakat memang perlu disiplin mengikuti informasi resmi dari BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD DKI Jakarta dan pemerintah pusat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pesannya sederhana: tenang bukan berarti lengah, dan waspada bukan sekadar imbauan.
Jika ancaman abu vulkanik benar-benar berdampak terhadap Jakarta, publik berhak melihat kesiapan pemerintah dalam bentuk tindakan nyata, bukan hanya pernyataan.
Pemprov DKI Jakarta kini memiliki pekerjaan penting: memastikan warga terlindungi, informasi tersedia secara cepat dan akurat, serta seluruh perangkat mitigasi benar-benar siap menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
(Rwn/Kbr)










