Lansia Gagal Terima Bansos Gegara Data Terdeteksi Judol, Sopir Angkutan Barang Khawatir Bernasib Sama

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi aktivitas bongkar muat barang perumahan

Foto ilustrasi aktivitas bongkar muat barang perumahan

JAKARTA,TIKAMPOST.id – Kasus dua warga lanjut usia (lansia) asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang tidak mendapat bantuan sosial (bansos) setelah data mereka diduga terdeteksi judi online (judol), memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan data kependudukan.

Salah seorang sopir angkutan barang berbasis online,Eman, mengaku khawatir akan bernasib sama apabila data kependudukan dapat dengan mudah disalah gunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Kekhawatiran Eman bukan tanpa alasan. Dalam menjalankan pekerjaannya, ia kerap diminta menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pos jaga ketika melakukan aktivitas bongkar muat di kawasan perumahan maupun pabrik.

“Kalau semudah ini menggunakan data orang lain saya jadi khawatir, karena saya sering bongkar muat di perumahan atau pabrik itu harus ninggalin KTP. Kalau enggak kita kasih, enggak bisa masuk, Bang,” ujar Eman saat berbincang di area parkiran truk kawasan Cengkareng, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Sopir Truk Keluhkan Praktik Pungli Oknum Dishub, Minta Bekasi Bersih dari Penyalahgunaan Wewenang

Menurut Eman, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan penerimaan bansos. Ia mengkhawatirkan identitasnya apabila tiba-tiba terdeteksi dalam sistem aktivitas Judol meskipun tidak pernah melakukan aktivitas tersebut.

“Ini bukan cuma soal bansos dapat apa engga ya bang. Kalau tiba-tiba data kita terdaftar di judol, bagaimana jadinya? Sedang saya enggak pernah main judol,” katanya.

Eman juga mempertanyakan keamanan data pribadi yang dalam praktiknya masih kerap diminta untuk ditinggalkan sebagai jaminan atau persyaratan ketika hendak memasuki kawasan perumahan atau pabrik.

Baca Juga :  Ketum RBPI Soroti Ketimpangan Penanganan Kecelakaan, Desak Korlantas Polri Lebih Objektif

“Soal keamanan data enggak pernah tahu, kita keluar masuk itu setiap hari bukan hanya satu lokasi,jadi susah minta tanggung jawabnya sama siapa, lapornya kemana”ujarnya.

Menurut dia, pemerintah maupun pengurus wilayah setempat segera turun tangan untuk memberikan imbauan kepada pihak-pihak yang masih menerapkan aturan penahanan KTP.

“Padahal kita jelas bawa mobil barang keluar masuk diperiksa. Seharusnya tidak perlu lagi ada aturan tahan-tahan KTP udah kuno, bisa tahan yang lain apa ke asal jangan identitas pribadi,” tegasnya.

(Rwn)

Berita Terkait

Ketua PP Ranting Kapuk Alex Simamora Resmi Menikah dengan Eli Gianti
Warga Bandar Sari Diimbau Waspada Bahaya Kebakaran Saat Musim Kemarau
Siswi SMPN 1 Baradatu Dilaporkan Hilang, Ayah Tempuh Jalur Hukum ke Polres Way Kanan
Dugaan Pengeroyokan Warga Terjadi di Depan Pasar Way Tuba, Keluarga Korban Lapor Polisi
Kapolres Dharmasraya Hadiri Pawai HUT ke-81 RI di Pulau Punjung Bersama Bupati dan Forkopimda.
Sejumlah Tokoh Bentuk BCW, Fokus Awasi Kepabeanan dan Cukai Indonesia
Proyek Pengurukan Digua Tanpa Izin Uruk Rumah Janda Lansia 75 Tahun
Meriahkan HUT ke-81 RI, Ketua RW 010 Edi Susanto Gelar Hiburan Dangdut buat Warga Kapuk Bergoyang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:53 WIB

Lansia Gagal Terima Bansos Gegara Data Terdeteksi Judol, Sopir Angkutan Barang Khawatir Bernasib Sama

Rabu, 2 September 2026 - 23:03 WIB

Ketua PP Ranting Kapuk Alex Simamora Resmi Menikah dengan Eli Gianti

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Warga Bandar Sari Diimbau Waspada Bahaya Kebakaran Saat Musim Kemarau

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Siswi SMPN 1 Baradatu Dilaporkan Hilang, Ayah Tempuh Jalur Hukum ke Polres Way Kanan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Dugaan Pengeroyokan Warga Terjadi di Depan Pasar Way Tuba, Keluarga Korban Lapor Polisi

Berita Terbaru