Way Kanan, Lampung – Tikampost.id
Warga Kampung Sri Menanti, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, kembali dilanda banjir akibat luapan sungai yang melintasi wilayah tersebut. Kondisi banjir kian parah menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Way Kanan selama sepekan terakhir.
Salah seorang warga Kampung Sri Menanti, Hendrik Iskandar, mengatakan ketinggian air pada Selasa (3/2/2026) berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter. Ia memperkirakan, jika curah hujan terus meningkat, ketinggian air berpotensi mencapai satu meter atau setara pinggang orang dewasa.
“Saat ini ketinggian air masih berpotensi meningkat, karena banjir di Sri Menanti merupakan air kiriman dari Kecamatan Negeri Agung, Blambangan Umpu, Banjit, dan wilayah sekitarnya. Ditambah lagi, hujan masih terus mengguyur Kabupaten Way Kanan,” ujar Hendrik.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini debit air masih tergolong normal, namun kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila hujan deras terus berlangsung.

“Kalau hujan deras tidak berhenti, debit air pasti naik. Saya memprediksi warga Kampung Sri Menanti berpeluang mengalami kebanjiran saat bulan Ramadan, bahkan hingga Idulfitri tahun ini,” ungkapnya.
Akibat banjir, sejumlah perkebunan milik warga yang berada di bantaran sungai dilaporkan mengalami kerusakan karena terendam air. Warga pun khawatir banjir akan semakin parah dan meluas ke permukiman.
Hendrik mengungkapkan, pada kejadian banjir beberapa tahun sebelumnya, ketinggian air sempat mencapai dua meter dan masuk ke rumah-rumah warga, sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat.
“Situasi tersebut membuat aktivitas warga benar-benar lumpuh. Akses jalan terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan. Warga terpaksa berjalan kaki atau menggunakan perahu untuk keluar masuk kampung,” katanya.
Selain mengganggu aktivitas harian, banjir juga berdampak serius terhadap sektor pertanian dan perekonomian warga. Puluhan hektare lahan pertanian terancam gagal panen akibat terendam air dalam waktu lama.
Tak hanya itu, banjir turut menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok. Hendrik juga menyoroti potensi gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut dan meminta perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan.
“Ancaman penyakit dan keterbatasan logistik perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Hendrik, banjir merupakan bencana yang kerap terjadi di Kampung Sri Menanti. Dalam satu tahun, banjir pasang surut bahkan dapat terjadi hingga empat kali, khususnya pada periode Februari hingga April, yang merupakan puncak musim penghujan.
Sebagai informasi, Kampung Sri Menanti sebelumnya pernah dicanangkan sebagai Kampung Siaga Bencana oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Wilayah ini dinilai sangat rawan banjir karena lokasinya berada di sekitar aliran Sungai Way Kanan.
Penulis : hendrik Darmawan
Editor : Tikampost









