Tikampost.id – 24 April 2026 – Sejumlah warga Aekmas, Desa Bahal Batu II, menyampaikan keluhan terkait dugaan dampak lingkungan dari aktivitas peternakan babi yang berada di wilayah tersebut. Keberadaan peternakan yang berlokasi tidak jauh dari permukiman disebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Warga mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah peternakan. Selain itu, masyarakat juga menyebut adanya bangkai ternak yang tidak tertangani dengan baik, sehingga memperparah kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
“Bau yang ditimbulkan sangat mengganggu, sehingga aktivitas sehari-hari kami ikut terdampak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan keterangan warga, lokasi peternakan tersebut diperkirakan berjarak sekitar 150 meter dari area permukiman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Sejumlah dokumentasi yang beredar di masyarakat turut memperlihatkan kondisi lingkungan di sekitar lokasi yang dinilai kurang terkelola dengan baik. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan peninjauan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, sekaligus mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola peternakan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Upaya konfirmasi kepada instansi terkait juga masih terus dilakukan.
Penulis : Dikson Sihombing
Editor : Tikampost









