Gudang Bangkai Mobil Tanah Hitam

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Investigasi Khusus | Tikampost

Tanah Hitam bukan nama yang tercantum dalam peta wilayah mana pun. Namun bagi warga sekitar kawasan industri lama di pinggiran kota, nama itu merujuk pada satu titik yang sejak lama dihindari: sebuah gudang penyimpanan bangkai mobil yang berdiri tepat di tepi rawa gelap tanpa identitas.

Awak media Tikampost melakukan penelusuran langsung ke lokasi tersebut setelah menerima sejumlah laporan warga terkait aktivitas ganjil, bau menyengat, serta suara-suara mencurigakan yang kerap muncul pada malam hari.

Gudang yang Tak Pernah Benar-Benar Ditutup

Dari luar, gudang tampak seperti bangunan terbengkalai. Namun hasil pantauan awak media Tikampost menunjukkan, gudang tersebut masih menyimpan puluhan kendaraan rusak berat—sebagian besar tanpa plat nomor dan tanpa dokumen inventaris yang jelas.

Beberapa mobil ditemukan dalam kondisi:

  • Kaca tertutup rapat dari dalam
  • Sabuk pengaman masih terkunci
  • Jok menghitam dengan noda yang tak bisa diidentifikasi secara kasat mata

Tidak ditemukan papan data kendaraan, nomor rangka sebagian unit tampak sengaja dirusak atau dihilangkan.

“Itu mobil-mobil kecelakaan berat, tapi banyak yang nggak jelas asalnya,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kesaksian Penjaga dan Kematian yang Dianggap Selesai

Berdasarkan penelusuran Tikampost, sedikitnya tiga penjaga malam tercatat berhenti bekerja secara tiba-tiba sejak 2010. Salah satunya, seorang pria berinisial U, ditemukan meninggal dunia di dalam gudang pada 2015.

Baca Juga :  *KAPOLDA LAMPUNG TERIMA AUDIENSI DC PERMAHI, PERKUAT SINERGI DALAM PENEGAKAN HUKUM*

Pihak berwenang kala itu menyimpulkan kematian akibat kecelakaan kerja. Namun keluarga korban menyebut U sempat mengeluh mengalami gangguan serius selama bertugas.

“Dia bilang sering dengar suara mesin nyala sendiri, pintu mobil dibanting, padahal gudang kosong,” ujar pihak keluarga.

Catatan buku jaga U tidak pernah diserahkan kepada keluarga maupun dipublikasikan ke publik.

Sedan Hitam Tanpa Riwayat

Di sudut paling gelap gudang, awak media Tikampost menemukan satu unit sedan hitam tanpa plat nomor dan tanpa catatan administrasi masuk. Kendaraan tersebut tidak tercantum dalam daftar penampungan mana pun.

Beberapa pekerja lama mengakui mobil itu tidak pernah berpindah posisi sejak pertama kali masuk gudang.

“Pernah mau dipindahin, tapi alat berat mati semua. Akhirnya dibiarkan,” ujar seorang teknisi.

Rawa Gelap di Belakang Gudang

Di bagian belakang gudang terbentang rawa hitam yang oleh warga sekitar disebut Rawa Penunggu. Area ini tidak dipagari, tidak diberi tanda peringatan, dan tidak tercantum dalam dokumen tata ruang wilayah.

Saat awak media Tikampost melakukan peninjauan malam hari, tercium bau anyir yang kuat dari arah rawa. Warga mengaku kerap mendengar suara teriakan minta tolong dari area tersebut, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga :  Sebanyak 100 Pelanggar Ditegur Simpatik Polisi dalam Operasi Patuh Jaya 2024 di Tangerang

Hingga kini, tidak ada keterangan resmi mengenai fungsi maupun status lahan rawa tersebut.

Larangan Tak Tertulis yang Dipatuhi Warga

Menariknya, meski tidak ada peringatan resmi, warga sekitar mematuhi sejumlah larangan tidak tertulis:

  • Tidak melintas dekat gudang selepas tengah malam
  • Tidak memotret bagian dalam gudang
  • Tidak membicarakan kejadian kecelakaan yang dikaitkan dengan lokasi tersebut

“Bukan takut sama bangunannya,” kata seorang warga senior.
“Takut sama yang masih ada di dalam mobil-mobil itu.”

Pertanyaan yang Masih Menggantung

Hingga laporan ini disusun, awak media Tikampost belum mendapatkan penjelasan resmi terkait:

  • Asal-usul kendaraan tanpa identitas
  • Status hukum gudang yang masih menyimpan bangkai mobil
  • Alasan lokasi rawa di belakang gudang dibiarkan tanpa pengamanan

Gudang Bangkai Mobil Tanah Hitam berdiri sebagai simbol ruang abu-abu antara administrasi dan pembiaran. Secara hukum, kendaraan-kendaraan itu mungkin telah dianggap selesai. Namun secara kemanusiaan, jejak kecelakaan di lokasi ini seolah belum pernah benar-benar ditutup.

Dan bagi warga Tanah Hitam, satu hal diyakini hingga hari ini:

Tidak semua kecelakaan berakhir di jalan.

Penulis : Yasin Kesuma

Editor : redaksi Tikampost

Berita Terkait

Kapolres Dharmasraya Bentuk Program Ojek Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.
Bendungan di Way Tuba Rusak dan Tak Terawat, Warga Minta PUPR Lampung Segera Perbaiki
Kapolres Dharmasraya Satukan Persepsi Aparat Penegak Hukum Hadapi Implementasi KUHAP Baru.
Kapolres Dharmasraya Imbau Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia 2026 dengan Aman, Tertib, dan Sportif
Kapolres Dharmasraya Sosialisasikan Commander Wish Kapolda Sumbar, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima
H. Alex Indra Lukman Minta Kelompok Tani Rawat Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian Dharmasraya
Alek Indra Lukman Serahkan Bantuan Alsintan Rp23,13 Miliar untuk Petani Dharmasraya
Pemasangan Tiang WiFi Star Conek di Ngambur Dipersoalkan, Warga Sebut Tak Ada Izin Pemilik Lahan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 23:02 WIB

Kapolres Dharmasraya Bentuk Program Ojek Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat.

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:48 WIB

Bendungan di Way Tuba Rusak dan Tak Terawat, Warga Minta PUPR Lampung Segera Perbaiki

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:31 WIB

Kapolres Dharmasraya Satukan Persepsi Aparat Penegak Hukum Hadapi Implementasi KUHAP Baru.

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:20 WIB

Kapolres Dharmasraya Imbau Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia 2026 dengan Aman, Tertib, dan Sportif

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:49 WIB

Kapolres Dharmasraya Sosialisasikan Commander Wish Kapolda Sumbar, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima

Berita Terbaru