JAKARTA, Tikampost.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menegaskan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pengemudi, pemerintah, regulator, dan perusahaan.
Hal itu disampaikan Aries saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) di Gedung Vokasi Ketenagakerjaan, Jakarta, Minggu (1/11/2026).
“Yang paling utama adalah keselamatan. Keselamatan itu menjadi prioritas bersama, terutama bagi rekan-rekan yang memang menjadikan mengemudi sebagai profesi utamanya,” ujar Aries.
Dalam kesempatan tersebut, Aries turut menyoroti pentingnya pengaturan waktu kerja dan manajemen operasional perusahaan untuk mencegah kelelahan pengemudi. Menurutnya, persoalan keselamatan di jalan tidak hanya berkaitan dengan perilaku pengemudi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain.
“Permasalahan di lapangan bukan hanya berkaitan dengan pengemudinya saja, tetapi juga melibatkan banyak aspek lainnya. Mulai dari manajemen perusahaan hingga pengaturan waktu kerja yang dapat memicu kelelahan pengemudi,” ungkapnya.
Selain pengaturan jam kerja, peningkatan kompetensi pengemudi juga dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Pengemudi perlu memahami aturan, menguasai teknik berkendara yang aman, serta mampu mengenali karakteristik jalan yang dilalui.
“Ini menjadi peran kita bersama, pemerintah, regulator, dan organisasi untuk meningkatkan kompetensi pengemudi. Bagaimana mengemudi dengan baik, memahami aturan, serta mengetahui karakteristik jalan yang dilalui,” jelasnya.
Aries juga mengingatkan pentingnya pemahaman teknik engine brake, khususnya bagi pengemudi kendaraan yang melintasi jalan menurun. Teknik tersebut membantu memperlambat laju kendaraan dengan memanfaatkan kerja mesin sehingga penggunaan rem utama dapat dikendalikan dengan tepat.
“Pengemudi harus memahami teknik berkendara yang aman, termasuk penggunaan engine brake ketika melintasi jalan menurun. Jangan terus-menerus mengandalkan rem, karena aspek keselamatan harus menjadi prioritas,” ucap Aries.
Di akhir penyampaiannya, Aries berharap sinergi antara kepolisian dan komunitas pengemudi terus diperkuat. Komunikasi yang baik dinilai penting untuk mengidentifikasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi di lapangan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dapat berjalan lebih optimal.
(Rwn)











