*Jangan setengah Hati, Kejaksaan Harus Usut Dugaan Korupsi MBG: Jangan Takut Bongkar Nama-Nama yang Disebut Tersangka Sony Sanjaya.*

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka kasus dugaan korupsi MBG, Sony Sonjaya (kiri), dan Advokat Riko Ginting (kanan). Riko Ginting mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara tersebut serta menelusuri setiap fakta yang terungkap dalam proses penyidikan. (Foto: Istimewa)

Tersangka kasus dugaan korupsi MBG, Sony Sonjaya (kiri), dan Advokat Riko Ginting (kanan). Riko Ginting mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara tersebut serta menelusuri setiap fakta yang terungkap dalam proses penyidikan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Tikampost

Kasus dugaan korupsi MBG kini memasuki babak baru setelah tersangka Sony Sonjaya disebut mulai memberikan keterangan yang mengarah pada sejumlah nama lain yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Menanggapi perkembangan itu, Advokat Riko Ginting menilai keterangan yang disampaikan tersangka harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh dan objektif. (13/06/2026)

Menurutnya, setiap informasi yang muncul dalam proses penyidikan perlu diuji, ditelusuri, dan dibuktikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia menegaskan, penanganan perkara korupsi tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata apabila terdapat indikasi keterlibatan pihak lain.

Baca Juga :  POLRES METRO JAKARTA BARAT LAMBAT MENAGANI KASUS PENIPUAN. YANG TELAH MASUK LAPORAN NYA.

“Setiap nama yang disebut dalam proses penyidikan harus ditelusuri dan diverifikasi secara profesional. Di situlah integritas aparat penegak hukum diuji,” ujar Riko.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip equality before the law atau persamaan di hadapan hukum. Menurutnya, apabila ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain, maka proses hukum harus berjalan tanpa memandang jabatan, status sosial, maupun pengaruh politik.

Riko menilai publik saat ini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan kasus tersebut. Oleh karena itu, transparansi dan keberanian aparat penegak hukum dalam mengusut perkara hingga tuntas menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Baca Juga :  PENGAWASAN APARAT GAGALKAN KEBERANGKATAN DUA WNA ASAL CHINA DI PELABUHAN NUSANTARA TAHUNA

“Publik berharap proses hukum berjalan secara terbuka, profesional, dan tidak tebang pilih. Jika ada pihak lain yang terlibat, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasus dugaan korupsi MBG sendiri masih terus bergulir dan saat ini menjadi perhatian publik. Masyarakat menantikan langkah lanjutan dari Kejaksaan dan aparat penegak hukum lainnya dalam mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

.

Penulis : Red/Tim

Editor : Tikampost

Sumber Berita: Riko Pranata Ginting, S.H., C.Met

Berita Terkait

Diduga Tak Pasang Plang Identitas dan Abaikan APD, Aktivitas Tambang PT Yuhuu Lengot Mandiri Disorot
Pemasangan Tiang WiFi Star Conek di Ngambur Dipersoalkan, Warga Sebut Tak Ada Izin Pemilik Lahan
Menanti Keadilan, WNA Perempuan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Pesisir Barat, Polisi Diminta Usut Tuntas
Kejari Dharmasraya Musnahkan Barang Bukti 47 Perkara, Kasus Narkotika Masih Mendominasi
Warga Keluhkan Pembakaran Sampah Rumah Tangga, Diduga Ganggu Kesehatan dan Lingkungan
PERNIKAHAN PUTRA-PUTRI KELUARGA SAIFUL BACHRI BERLANGSUNG KHIDMAT, DIHADIRI JAJARAN REDAKSI TIKAMPOST DAN MEDIA ANTERO
Kejagung Tahan GHS dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG
Surat ke EVP KAI Daop 1 Tak Direspons, Warga Akan Laporkan Dugaan BTS di Zona Rel ke Ditjen Perkeretaapian

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:25 WIB

Diduga Tak Pasang Plang Identitas dan Abaikan APD, Aktivitas Tambang PT Yuhuu Lengot Mandiri Disorot

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:04 WIB

Pemasangan Tiang WiFi Star Conek di Ngambur Dipersoalkan, Warga Sebut Tak Ada Izin Pemilik Lahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:03 WIB

Menanti Keadilan, WNA Perempuan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Pesisir Barat, Polisi Diminta Usut Tuntas

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:48 WIB

Kejari Dharmasraya Musnahkan Barang Bukti 47 Perkara, Kasus Narkotika Masih Mendominasi

Senin, 22 Juni 2026 - 07:44 WIB

Warga Keluhkan Pembakaran Sampah Rumah Tangga, Diduga Ganggu Kesehatan dan Lingkungan

Berita Terbaru