JAKARTA, Tikampost.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan operasi salvage untuk memperluas upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Operasi salvage tersebut akan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari membalikkan posisi kapal, penyelaman ke bangkai kapal, membuka akses menuju bagian dalam kapal, hingga menarik atau memindahkan struktur kapal dengan menggunakan peralatan khusus bawah air.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia. Tim tersebut akan melakukan penilaian terhadap kondisi bangkai kapal untuk menentukan metode penanganan serta peralatan yang diperlukan.
Tim ahli salvage dari Hong Kong dan Amerika Serikat tiba di Banjarmasin pada Sabtu (19/9/2026). Mereka selanjutnya akan membahas langkah penanganan berdasarkan hasil survei bawah laut yang dilakukan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV).
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, bangkai KM Virgo Transport 8 direncanakan diangkat menggunakan balon khusus.
Sejumlah personel, termasuk penyelam SAR dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, telah berada di lokasi. Peralatan milik pemilik kapal juga telah dipindahkan untuk mendukung proses pengangkatan dan pembalikan kapal.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan tim ahli ini dalam melaksanakan operasi salvage. Tim SAR harus mengetahui rencana tim ahli ini dalam melaksanakan operasi salvage,” kata Yudhi, dikutip dari IDN Times, Sabtu (19/9/2026).
Sebelum operasi salvage dilaksanakan, Basarnas bersama pemilik kapal dan tim ahli melakukan pemantauan terhadap kondisi bangkai kapal dari udara menggunakan helikopter HR-3601.
Dari hasil pemantauan, bangkai KM Virgo Transport 8 diketahui telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari titik awal tenggelam. Kapal kini berada di kedalaman sekitar 29 meter.
Sementara itu, bagian lunas kapal (keel) yang sebelumnya masih terlihat dari permukaan air kini tidak lagi tampak. Meski demikian, badan kapal masih dapat terlihat dari udara karena kondisi air di sekitar lokasi relatif jernih.
Operasi salvage tersebut diharapkan dapat mendukung proses pencarian dan evakuasi korban sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi bangkai kapal di bawah permukaan laut.
Penulis : Red/Tim
Editor : Tikampost.id











