*KETUM PWDPI M.NURULLAH RS SOROTI KONFLIK UN MALAHAYATI LAMPUNG*

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, Tikampost.id

-Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat, Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M.Nurullah RS, menyayangkan konflik keluarga di Universitas (UN) Malahayati Lampung.

 

Ketum PWDPI Nurullah yang Notabenenya putra asli kelahiran Lampung menilai apapun alasannya, Rusli Bintang yang selama ini ia kenal sosok tokoh besar Nasional yang dikenal dimasyarakat husus nya Lampung bertindak seperti seorang yang tidak mengenal aturan dan tak miliki nurani.

 

Diduga demi kepentingan pribadi, Rusli Bintang Telah abaikan keluarganya dan mahasiswa serta bikin cemar nama baik dunia pendidikan dan masyarakat Lampung. Dua kali Rusli Bintang kerahkan preman untuk duduki Universitas Malahayati untuk singkirkan istri serta anak-anaknya,“ungkap Ketum PWDPI, saat di konfirmasi ditengah-tengah situasi yang memanas pada (7/4/2025) malam.

 

Nurullah mengatakan, seharusnya jika sengketa keluarga mengalami kebuntuan seharusnya bisa menempuh penyelesaian melalui jalur hukum bukan justru mengarahkan preman atau orang bayaran yang meresahkan mahasiswa dan masyarakat.

Apalagi ini konflik perebutan posisi di lingkungan Universitas Malahayati antara suami istri serta anak-abak kandung sendiri. Peristiwa ini sangat memalukan masyarakat serta telah melukai hati mahasiswa sekitar 7000 yang sedang menempuh pendidikan di universitas setempat,“ujar tokoh pers Nasional dan pendiri organisasi pers PWDPI, yang saat ini telah memiliki cabang di 30 Provinsi.

Baca Juga :  Perahu Terbalik di Muara Kahayan, Satu Penumpang Masih Dicari

 

Ketum PWDPI juga menambahkan, belum lama ini kedua belah pihak telah mennyampaikan ucapan maaf atas kegaduhan yang terjadi beberapa waktu lalu, kenapa pak Rusli Bintang mengulangi lagi kejadian Yanng sama.

 

Selain sudah membuat keresahan masyarakat serta mahasiswa pak Rusli Bintang juga sudah mennyulutkan api-api kebencian dan permusuhan Anatar masyarakat khususnya keluarganya sendiri serta tidak mencerminkan seorang pemimpin besar dalam dunia pendidikan dan kesehatan,“katanya.

 

Dia juga menjelaskan, masyarakat dan mahasiswa selama ini tidak tau persis awal mula kejadian konflik internal keluarga mereka sebelum kejadian ini meluas dan melibatkan berbagai pihak terutama aparat kepolisian serta masyarakat.

 

“Pak Rusli Bintang harus bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Dia harus bertanggungjawab atas nama baik masyarakat serta dunia pendidikan di Lampung,“tegasnya.

Baca Juga :  KM Payaman Ditangkap Lanal Tahuna karena Pelanggaran Berulang dan Dokumen Tidak Lengkap  

 

Menurut Ketum PWDPI, bulan Hannya Rusli Bintang yang punnya hak atas persoalan keluarganya, namun dia harus memikirkan hak-hak mahasiswa serta para tenaga pengajar yang ada di UN Malahayati, bukan justru main seperti hukum rimba siapa yang kuat itu yang berkuasa

 

Mahasiswa punya hak yang harus dilindungi, mereka kuliah disitu bayar dan wajib mendapatkan kenyamanan. Apalagi main copot sepihak rektor setempat. Jika rektor yang baru ini bermasalah maka kedepannya legalitas ijazah mahasiswa ikut bermasalah dan bisa merugikan banyak pihak,“ungkapnya

 

Oleh karena itu, Ketum PWDPI minta konflik ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan jangan main hakim sendiri.

 

“Ini negara hukum yang harus dihormati oleh kita semua. Jadi jangan main hakim sendiri apalagi sampai mengerahkan preman. Sebaiknya konflik ini diselesaikan pakai jalur kekeluargaan agar tidak menimbulkan keresahan ,” pungkasnya.

TIM

Berita Terkait

Warga Bandar Sari Keluhkan Dugaan Penghimpunan Dana, Harapkan Kejelasan Pengembalian Dana
Diduga Lemahnya Pengawasan, Kinerja Pendidikan di Kecamatan Lemong Jadi Sorotan
Diduga Langgar Aturan, Sekolah Tahan Ijazah Siswa di Way Kanan, Orang Tua Minta Pemerintah Turun Tangan
INFORMASI WARGA: DIDUGA ADA PENGHIMPUNAN DANA BERKEDOK KOPERASI DAN ARISAN DI KAMPUNG BANDAR SARI
Komandan Denpom II/3 Lampung Kunjungi Subdenpom Persiapan Way Kanan, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota
Satreskrim Polres Pesisir Barat dan Polsek Pesisir Tengah Gagalkan Penyelundupan 9.000 Benih Bening Lobster Senilai Rp1,3 Miliar
TPP Guru di Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 Belum Dibayarkan, Jadi Sorotan
Pertalite Langka di Rebang Tangkas, Warga Terpaksa Beli Pertamax Eceran Rp21.000 per Liter

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Warga Bandar Sari Keluhkan Dugaan Penghimpunan Dana, Harapkan Kejelasan Pengembalian Dana

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:57 WIB

Diduga Lemahnya Pengawasan, Kinerja Pendidikan di Kecamatan Lemong Jadi Sorotan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:50 WIB

Diduga Langgar Aturan, Sekolah Tahan Ijazah Siswa di Way Kanan, Orang Tua Minta Pemerintah Turun Tangan

Senin, 15 Juni 2026 - 07:20 WIB

INFORMASI WARGA: DIDUGA ADA PENGHIMPUNAN DANA BERKEDOK KOPERASI DAN ARISAN DI KAMPUNG BANDAR SARI

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:11 WIB

Satreskrim Polres Pesisir Barat dan Polsek Pesisir Tengah Gagalkan Penyelundupan 9.000 Benih Bening Lobster Senilai Rp1,3 Miliar

Berita Terbaru