Trump dan Netanyahu Disebut Berupaya Picu Kekacauan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  (Foto.Istw)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto.Istw)

INTERNASIONAL, Tikampost.id — Seorang sosiolog senior sekaligus analis politik Iran, Hamidreza Jala’ipour, menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya mendorong instabilitas di Iran.

Pernyataan itu disampaikan Jala’ipour dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, saat menanggapi gelombang kerusuhan yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah negara tersebut.

Menurut dia, kerusuhan dipicu oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai “agen terlatih dan tentara bayaran yang didukung asing”. Ia menuding kelompok bersenjata telah merusak fasilitas publik, menebar ketakutan, serta menewaskan aparat keamanan dan warga sipil dengan menunggangi aksi demonstrasi damai.

Di sisi lain, Jala’ipour menekankan bahwa masyarakat Iran memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka. Ia menyebut pemerintah telah berupaya mendengarkan keluhan publik, terutama terkait kesulitan ekonomi dan persoalan penghidupan.

Baca Juga :  Banjir Kembali Rendam Permukiman Kapuk, Jakarta Barat Usai Hujan Deras

“Namun Trump dan Netanyahu berusaha menyeret Iran ke dalam kekacauan melalui komentar dan campur tangan mereka,” ujar Jala’ipour, seperti dikutip IRNA.

Ia juga mengimbau warga Iran agar tetap waspada terhadap apa yang disebutnya sebagai upaya pihak asing memanfaatkan protes damai untuk memicu konflik sipil di dalam negeri.

Jala’ipour menambahkan, menurut pandangannya, Amerika Serikat memiliki rekam jejak kebijakan yang merugikan rakyat Iran, termasuk melalui penerapan sanksi ekonomi. Ia menyinggung keputusan Trump yang menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang kemudian diikuti dengan pemulihan sanksi terhadap Teheran.

Dalam wawancara itu, ia juga menyinggung ketegangan militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada pertengahan 2025. Ia menyebut serangan Israel terhadap Iran pada Juni tahun itu memicu konflik bersenjata selama hampir dua pekan, yang diklaim menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk pejabat militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Baca Juga :  Ledakan Rusunami City Park: Polisi Usut, Pengelola Bungkam

Menurut dia, Amerika Serikat turut terlibat dengan menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran. Teheran, lanjutnya, kemudian membalas dengan menargetkan lokasi-lokasi strategis Israel serta pangkalan udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi salah satu pangkalan militer utama AS di kawasan.

Setelah periode konflik tersebut, Jala’ipour mengatakan Washington mengubah pendekatannya dengan memperketat tekanan ekonomi serta mendorong negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengaktifkan kembali mekanisme sanksi internasional terkait JCPOA.

Penulis : RIDWAN SULAIMAN

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 1 Banjit Ucapkan Selamat Hari Batik Nasional, Ajak Wujudkan Cinta Budaya Bangsa
Peringati Hari Batik Nasional, SDN Mangli 02 Ajak Siswa Kenakan Batik
Kantor Camat Jayapura OKU Timur Memprihatinkan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak
UKW JMSI di Hall Dewan Pers Berakhir, Teguh Santosa: Wartawan Harus Bikin Terang Indonesia
Sopir Angkutan Barang Siap Gelar Aksi Nasional 8 Oktober, Bawa Empat Tuntutan
Sejumlah Kelompok Tani Dharmasraya Terima Bantuan Alsintan dari Pokir Anggota DPRD Sumbar
PT TIKAM POST MEDIA Kembali Hadirkan Media Online WALIPOS.com
Masjid Al-Ikhlas PIK Berbagi Beras kepada 466 Driver Ojol

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Kepala SMA Negeri 1 Banjit Ucapkan Selamat Hari Batik Nasional, Ajak Wujudkan Cinta Budaya Bangsa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, SDN Mangli 02 Ajak Siswa Kenakan Batik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

UKW JMSI di Hall Dewan Pers Berakhir, Teguh Santosa: Wartawan Harus Bikin Terang Indonesia

Rabu, 30 September 2026 - 13:26 WIB

Sopir Angkutan Barang Siap Gelar Aksi Nasional 8 Oktober, Bawa Empat Tuntutan

Senin, 28 September 2026 - 19:09 WIB

Sejumlah Kelompok Tani Dharmasraya Terima Bantuan Alsintan dari Pokir Anggota DPRD Sumbar

Berita Terbaru