KPK juga mendalami nilai kontrak serta biaya yang dikeluarkan dalam proses distribusi. Penyidik turut menelusuri kemungkinan adanya keuntungan atau aliran dana yang muncul akibat pelaksanaan distribusi yang tidak sesuai kontrak.
Sebelumnya, KPK telah memeriksa Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe. Pemeriksaan tersebut antara lain berkaitan dengan proses dan mekanisme pengadaan serta penyaluran bansos beras.
Rudy telah ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lain. KPK sebelumnya mengumumkan lima tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi distribusi bansos Kemensos tahun 2020, yang terdiri atas tiga orang dan dua korporasi.
KPK juga telah memberlakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang yang berkaitan dengan perkara tersebut, yakni Rudy Tanoe, Direktur Operasional DNR Logistics periode 2021–2024 Herry Tho, Direktur Utama DNR Logistics periode 2018–2022 Kanisius Jerry Tengker, serta Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos Edi Suharto.
Dengan diperiksanya Kepala Bulog Kanwil Jateng serta puluhan pejabat dan pendamping PKH di Brebes dan Jember, penyidikan KPK kini bergerak lebih jauh ke berbagai simpul rantai distribusi bansos.
KPK perlu memastikan bagaimana perubahan jalur distribusi tersebut terjadi, mengapa bantuan yang seharusnya sampai ke rumah penerima justru berhenti di tingkat kelurahan, serta siapa saja yang bertanggung jawab dan memperoleh keuntungan dari penyimpangan tersebut.*
(Rwn)











