*SAAT MAHASISWA UNJUK RASA, PREMAN SERBU MALAHAYATI, TITIK KUMPUL DI TERMINAL RAJABASA DIKAWAL KETAT POMAL*

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Tikampost.id

Sejumlah pria berpakaian sipil yang diduga preman berkumpul di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Senin (7/4/2025) pagi.
Mereka tampak bersiap siap  menuju ke arah Universitas Malahayati dengan pengawalan ketat dari pihak Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL).

Pantauan awak media di lokasi, beberapa kendaraan dinas milik TNI AL, terlihat berjajar di sekitar terminal RajaBasa.
Personel POMAL berseragam lengkap tampak berjaga mengawasi situasi. Sekelompok pria yang mengenakan pakaian bebas terlihat diarahkan dan dikoordinasi oleh petugas sebelum di berangkatkan.

Dalam pantauan awak media, terlihat barisan satpam berseragam juga tengah dikerahkan, diduga untuk mengantisipasi gesekan saat rombongan ini tiba di lokasi yang di tujuan.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak yang berwenang mengenai maksud dan tujuan pengawalan ini. Namun, aksi tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena skala pengamanan yang cukup besar.

Terpisah, men nyikapin konflik keluarga Rusli Bintang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati Bandar Lampung kembali melayangkan surat kepada Kapolda Lampung.

Surat ini berisi permohonan agar konflik internal di Yayasan Alih Teknologi (Altek) Universitas Malahayati segera diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga :  SURAT KONFIRMASI SOAL MCHAT TERKESAN DIABAIKAN KOS AWANY COLIVING SBKM - JURNALIS

Surat yang tertanggal 6 April 2025 dengan nomor 025/III/B/BEM-UNMAL/04/2025 itu menyampaikan keresahan mahasiswa atas situasi kampus yang dinilai semakin tidak kondusif akibat konflik keluarga yang berkepanjangan.

Ratusan mahasiswa Universitas Malahayati juga pada Senin (7/4/2025) melakukan unjuk rasa.

“Kami menolak segala bentuk penyelesaian yang menyebabkan kegaduhan, apalagi jika dilakukan dengan cara premanisme,” tegas  Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati, Muhammad Kamal saat melakukan aksi damai di lokasi kampus setempat.

Dalam orasinya, Kamal menyebutkan bahwa konflik keluarga telah memicu keresahan bagi lebih dari 7.000 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Kamal mengatakan pihak mahasiswa memohon kepada kapolda lampung agar kembali memfasilitasi mediasi secara kekeluargaan antara Bapak Dr. (HC) H. Rusli Bintang dan Hj.Rosnati syeh dalam menyikapi konflik keluarga yang sudah mulai berdampak pada seluruh mahasiswa Universitas Malahayati dan hingga saat ini belum terselesaikan.

Kamal juga menyampaikan beberapa hasil kajian dan diskusi mahasiswa menyikapi permasalahan ini, bahwa Mahasiswa Universitas Malahayati berpandangan sebagai berikut:

1. Menolak segala bentuk penyelesaian konflik yang dilakukan di luar jalur kekeluargaan, terlebih lagi jika menggunakan cara-cara yang tidak mencerminkan penyelesaian yang sesuai dengan nilai-nilai dunia pendidikan.

Baca Juga :  Aspedha Gelar Penggalangan Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumbar

2. Menganjurkan penyelesaian melalui jalur hukum jika mediasi kekeluargaan tidak dapat ditempuh, serta menolak segala tindakan yang mengarah pada aksi premanisme yang meresahkan mahasiswa dan masyarakat.

3. Menghindari konflik perebutan posisi di lingkungan Universitas Malahayati hingga permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan/atau melalui jalur hukum.

4. Menjaga kondusivitas kampus dengan memastikan bahwa operasional kampus tetap berjalan di bawah kepemimpinan dan pengelolaan oleh pihak yang saat ini menjabat. Pergantian kepemimpinan yang terus-menerus tanpa kejelasan hanya akan mengganggu proses pendidikan yang sedang berlangsung di Universitas Malahayati.

Dalam penutup surat, mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi damai pada 7 April 2025 lusa.

Kamal menegaskan bahwa aksi tersebut adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan kampus

Kami ingin belajar dengan tenang, bukan dicekam konflik yang tak kami ciptakan,” kata Kamal.

Surat ini didukung KM (Keluarga Mahasiswa) Universitas Malahayati, serta seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati dan ditujukan langsung kepada Kapolda Lampung sebagai bentuk seruan moral dari mahasiswa yang terdampak langsung akibat konflik keluarga tersebut.
Tim Media
Hendrik iskandar

Berita Terkait

Syahdam Kusriyan Hakim Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Jasa Pengurusan Dokumen Perusahaan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMP Negeri 2 Pulau Petak Bersinar Tanamkan Keteladanan dan Akhlak Mulia
Waspada Dugaan Penipuan, Laporan terhadap Syahdam Kusriyan Hakim Telah Dibuat
Semarak Maulid Nabi, Generasi Anak Rantau Madura Pererat Silaturahmi di Tangerang
Residivis Pengedar Narkotika Antarprovinsi Ditangkap di Dharmasraya, Enam Paket Sabu Diamankan
Semarak HUT ke-81 RI, Kepala Kampung Way Pisang Emon Trisilo Hadirkan Kuda Lumping Sanggar Turonggo
PKL di Jalan Raya BSD Barat Jadi Sorotan, Pedagang Mengaku Ketar-Ketir Berjualan di Pinggir Jalan
Polres Dharmasraya Perkuat Kesiapan Satgas Anti Karhutla, Libatkan Komunitas Trail.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:26 WIB

Syahdam Kusriyan Hakim Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Jasa Pengurusan Dokumen Perusahaan

Rabu, 2 September 2026 - 19:06 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMP Negeri 2 Pulau Petak Bersinar Tanamkan Keteladanan dan Akhlak Mulia

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

Waspada Dugaan Penipuan, Laporan terhadap Syahdam Kusriyan Hakim Telah Dibuat

Selasa, 1 September 2026 - 13:14 WIB

Residivis Pengedar Narkotika Antarprovinsi Ditangkap di Dharmasraya, Enam Paket Sabu Diamankan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Kepala Kampung Way Pisang Emon Trisilo Hadirkan Kuda Lumping Sanggar Turonggo

Berita Terbaru