Distribusi Kontainer Tol Laut di Sangihe Sarat Monopoli, Pelaku Usaha Minta Transparansi

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi Kontainer Tol Laut di Sangihe Sarat Monopoli, Pelaku Usaha Minta Transparansi

Distribusi Kontainer Tol Laut di Sangihe Sarat Monopoli, Pelaku Usaha Minta Transparansi

Sangihe, Tikampost.id – 27 Februari 2026 – Distribusi kuota kontainer program Tol Laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi sorotan sejumlah pelaku usaha. Mereka menilai terdapat konsentrasi penerimaan kontainer pada pihak-pihak tertentu dalam satu periode pelayaran.

Program Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo bertujuan menekan disparitas harga, menurunkan biaya logistik nasional, serta menjamin ketersediaan barang di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

Berdasarkan dokumen Manifest Bongkar Tahuna yang diperoleh redaksi, tercatat sebanyak 96 unit kontainer dibongkar dalam satu periode pelayaran.

Dari data penerima (consignee) yang tercantum dalam manifest tersebut, terdapat sekitar 20 perusahaan dan toko berbeda sebagai penerima. Dengan komposisi itu, rata-rata distribusi berada pada kisaran 4 hingga 5 kontainer per penerima dalam satu kali periode pelayaran.

Baca Juga :  LAMBATNYA PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN TERHADAP SEORANG WARTAWAN DI POLSEK GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAYKANAN

Pola Distribusi Jadi Perbincangan

Sejumlah pelaku usaha menyebutkan, berdasarkan nama transhipper atau perusahaan pengirim dalam dokumen manifest, terlihat adanya keterkaitan dengan beberapa toko atau consignee tertentu di daerah.

Selain itu, muncul dugaan bahwa terdapat consignee yang menggunakan lebih dari satu badan usaha berbentuk PT maupun CV dalam proses pengajuan dan penerimaan kontainer. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan adanya pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami hanya berharap ada transparansi. Jika memang sudah sesuai aturan, sebaiknya dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” ujar salah satu pelaku usaha yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Disebut Berlangsung Sekitar Satu Tahun

Menurut keterangan sejumlah pelaku usaha, pola distribusi seperti ini diduga telah berlangsung kurang lebih satu tahun terakhir.

“Kurang lebih sudah sekitar satu tahunan dengan pola yang hampir sama,” ungkap sumber tersebut.

Butuh Klarifikasi Resmi

Pengamat ekonomi lokal menilai penggunaan lebih dari satu badan usaha tidak otomatis melanggar aturan, sepanjang tidak bertentangan dengan regulasi dan tidak mengarah pada praktik persaingan usaha tidak sehat. Namun demikian, transparansi mekanisme penetapan dan verifikasi kuota dinilai penting guna menjaga kepercayaan pelaku usaha lainnya.

Baca Juga :  Sebagian Wilayah Way Kanan Mati Lampu, PLN: Ada Gangguan Pembangkit di Muara Enim

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada operator pelayaran dan instansi terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembagian kuota kontainer Tol Laut di wilayah Sangihe. Jawaban resmi masih ditunggu.

Program Tol Laut diharapkan tetap menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan pengendalian harga, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Penulis : Maekel Towira

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Kapolres Dharmasraya Tinjau Lokasi Karhutla di Timpeh, Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
Kapolres Dharmasraya Turun Langsung Padamkan Karhutla di Timpeh
Dua Pria Diciduk Bersamaan, Polisi Sita Diduga Sabu di Sitiung Dharmasraya
Dituding Terima Suap di Media Sosial, Ferdiansyah Desak Polresta Way Kanan Segera Tindaklanjuti Laporan
Warga The Zora BSD Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau
“Pedagang Keluhkan Bau Got dan Sampah, Kebersihan Pasar Bumdes Pagedangan Disorot”
Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai 7 September, Antisipasi Paparan Abu Vulkanik
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:10 WIB

Kapolres Dharmasraya Tinjau Lokasi Karhutla di Timpeh, Imbau Warga Tidak Membakar Lahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kapolres Dharmasraya Turun Langsung Padamkan Karhutla di Timpeh

Selasa, 8 September 2026 - 16:09 WIB

Dua Pria Diciduk Bersamaan, Polisi Sita Diduga Sabu di Sitiung Dharmasraya

Senin, 7 September 2026 - 13:10 WIB

Warga The Zora BSD Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:01 WIB

“Pedagang Keluhkan Bau Got dan Sampah, Kebersihan Pasar Bumdes Pagedangan Disorot”

Berita Terbaru