Pertalite Langka di Rebang Tangkas, Warga Terpaksa Beli Pertamax Eceran Rp21.000 per Liter

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAY KANAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, dikeluhkan warga. Kondisi ini memaksa masyarakat beralih ke BBM non-subsidi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam beberapa hari terakhir Pertalite kerap tidak tersedia di sejumlah SPBU. Warga yang datang harus menghadapi antrean panjang, bahkan tidak jarang pulang tanpa mendapatkan BBM.

“Sering kosong, katanya belum ada kiriman atau kuota habis. Mau tidak mau kami beli eceran,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (tanggal menyesuaikan).

Akibat kelangkaan tersebut, sebagian warga terpaksa membeli Pertamax dari pengecer dengan harga mencapai Rp21.000 per liter. Harga ini jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  HUT RI ke-80, PT RMJ Gelar Lomba dan Bagikan Sembako untuk Warga Bagan Manunggal

Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat kecil, khususnya pengendara roda dua, petani, hingga pedagang yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Pengamat sosial sekaligus Bendahara DPC Pro Jurnalismedia Siber Kabupaten Way Kanan, Ferdiansyah, menilai situasi ini menunjukkan adanya persoalan dalam distribusi BBM subsidi.

“Secara resmi harga Pertalite memang tidak naik. Namun di lapangan, masyarakat dipaksa membeli BBM non-subsidi dengan harga tinggi akibat kelangkaan. Ini yang menjadi beban tidak langsung bagi rakyat,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas penyaluran subsidi BBM yang dinilai belum tepat sasaran.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Anak Tiri di Koto Baru Berhasil Diamankan Polres Dharmasraya

“Jika BBM subsidi tidak tersedia bagi masyarakat yang berhak, maka tujuan subsidi menjadi tidak tercapai,” tambahnya.

Ferdiansyah mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya dengan membuka data kuota dan distribusi Pertalite secara transparan serta meningkatkan pengawasan terhadap penjualan BBM eceran.

Selain itu, ia meminta adanya pemerataan distribusi agar SPBU di wilayah pinggiran tidak mengalami kekosongan stok secara berulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun aparat terkait mengenai penyebab kelangkaan Pertalite di wilayah tersebut.

Penulis : HD

Editor : Tikampost

Sumber Berita: Jurnalis media siber

Berita Terkait

Patroli Gabungan Lintas Instansi Amankan Way Kanan, Karaoke Lestari Disasar Razia
Laporan Wartawan Disorot, Unggahan Hendri di Media Sosial Tuai Perhatian
Pasar Malam Taman Asri Tetap Beroperasi, Aktivis Soroti Dugaan Pengabaian SE Bupati
DPM-PTSP Way Kanan Tegaskan Tak Ada Izin Jual Miras untuk Karaoke Lestari dan Keza Wili
Perkuat Tata Kelola Transparan, Lapas Way Kanan Optimalkan Program Bebas Peredaran Uang melalui BRIZZI
Solidaritas Wartawan Way Kanan Laporkan Hendri ke Polres atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Polres OKU Timur Gelar Turnamen Bulu Tangkis, Semarakkan HUT Bhayangkara ke-78
Menuju Garda Terdepan NKRI, Satgas Pamputer Kodam XIII/Merdeka Bertolak dari Tahuna

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pertalite Langka di Rebang Tangkas, Warga Terpaksa Beli Pertamax Eceran Rp21.000 per Liter

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:23 WIB

Patroli Gabungan Lintas Instansi Amankan Way Kanan, Karaoke Lestari Disasar Razia

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:39 WIB

Pasar Malam Taman Asri Tetap Beroperasi, Aktivis Soroti Dugaan Pengabaian SE Bupati

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:47 WIB

DPM-PTSP Way Kanan Tegaskan Tak Ada Izin Jual Miras untuk Karaoke Lestari dan Keza Wili

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:07 WIB

Perkuat Tata Kelola Transparan, Lapas Way Kanan Optimalkan Program Bebas Peredaran Uang melalui BRIZZI

Berita Terbaru