Mantan Bupati Way Kanan Sebut Harga Pupuk dan Bibit Sawit Kian Membebani Petani

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Bupati Way Kanan dua periode, Raden Adipati Surya (kiri), berbincang santai terkait kondisi perkebunan, mahalnya harga pupuk non-subsidi dan bibit sawit, serta pentingnya investasi kebun untuk masa depan, di Blambangan Umpu, Senin (22/6/2026). Foto: Istimewa.

Mantan Bupati Way Kanan dua periode, Raden Adipati Surya (kiri), berbincang santai terkait kondisi perkebunan, mahalnya harga pupuk non-subsidi dan bibit sawit, serta pentingnya investasi kebun untuk masa depan, di Blambangan Umpu, Senin (22/6/2026). Foto: Istimewa.

BLAMBANGAN UMPU, Tikampost.id – Mantan Bupati Way Kanan dua periode, Raden Adipati Surya, menyoroti tingginya harga pupuk non-subsidi dan bibit kelapa sawit yang saat ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha perkebunan.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang usai meninjau kebun miliknya di Kampung Tanjung Sari, Kecamatan Blambangan Umpu.

Menurut Raden Adipati Surya, kondisi perkebunan saat ini cukup berat karena harga berbagai kebutuhan produksi mengalami kenaikan.

“Kondisi sekarang memang berat. Harga bibit dan pupuk non-subsidi melambung tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasar Mingguan di Kapuk Dikeluhkan Warga, Ganggu Lalu Lintas dan Menyisakan Sampah yang Berserakan di Jalan

Ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk melakukan pembibitan mandiri atau yang dikenal dengan istilah jambang guna menekan biaya produksi. Namun, menurutnya, metode tersebut juga memerlukan tenaga dan biaya tambahan untuk perawatan.

“Pengen jambang bibit sendiri, tapi kalau jambang itu pasti repot. Harus mempekerjakan orang khusus untuk merawatnya, biayanya jadi bertambah lagi,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Raden Adipati Surya tetap optimistis terhadap sektor perkebunan. Ia menilai berkebun merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat di masa depan.

Baca Juga :  Polsek Blambangan Umpu Bekuk Pelaku Pencurian HP di Kampung Sangkaran Bhakti

“Buatlah kebun untuk masa depan kita nanti. Dan yang paling penting, sudahilah sikap yang suka temperamen karena itu akan merugikan kita sendiri,” pesannya.

Selain memiliki nilai ekonomi, menurutnya aktivitas berkebun juga dapat memberikan ketenangan bagi pelakunya.

“Enak ke kebun, kita tenang pikiran,” katanya.

Ia berharap sektor perkebunan tetap menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dikembangkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai investasi jangka panjang yang produktif.

 

Editor : Red/Tim

Sumber Berita: tikampost

Berita Terkait

KSOP Pulang Pisau dan Kejari Perkuat Sinergitas Antarinstansi
Antisipasi Balap Liar, Polsek Sungai Rumbai Amankan 9 Sepeda Motor.
Dua Residivis Diduga Edarkan Sabu Kembali Diciduk Polres Dharmasraya, Sejumlah BB Diamankan
LBH Adhibrata Bantah Combet Dikuasai Pribadi, Minta Pengelolaan Diperiksa Berdasarkan Dokumen
Terduga Pelaku Peredaran Narkoba Digerebek Tengah Malam, Oknum PNS Diamankan
Warga Soroti Penanganan Banjir Bandang, Minta Pemerintah Buka Data Bantuan
Kantor Camat Jayapura OKU Timur Memprihatinkan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak
Polres Dharmasraya Dukung Gerakan Tanam Serempak PM-AAS Menuju 26.750 Hektare

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:38 WIB

KSOP Pulang Pisau dan Kejari Perkuat Sinergitas Antarinstansi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Antisipasi Balap Liar, Polsek Sungai Rumbai Amankan 9 Sepeda Motor.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:34 WIB

LBH Adhibrata Bantah Combet Dikuasai Pribadi, Minta Pengelolaan Diperiksa Berdasarkan Dokumen

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Terduga Pelaku Peredaran Narkoba Digerebek Tengah Malam, Oknum PNS Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Warga Soroti Penanganan Banjir Bandang, Minta Pemerintah Buka Data Bantuan

Berita Terbaru