BLAMBANGAN UMPU, Tikampost.id – Mantan Bupati Way Kanan dua periode, Raden Adipati Surya, menyoroti tingginya harga pupuk non-subsidi dan bibit kelapa sawit yang saat ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha perkebunan.
Hal tersebut disampaikannya saat berbincang usai meninjau kebun miliknya di Kampung Tanjung Sari, Kecamatan Blambangan Umpu.
Menurut Raden Adipati Surya, kondisi perkebunan saat ini cukup berat karena harga berbagai kebutuhan produksi mengalami kenaikan.
“Kondisi sekarang memang berat. Harga bibit dan pupuk non-subsidi melambung tinggi,” ujarnya.
Ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk melakukan pembibitan mandiri atau yang dikenal dengan istilah jambang guna menekan biaya produksi. Namun, menurutnya, metode tersebut juga memerlukan tenaga dan biaya tambahan untuk perawatan.

“Pengen jambang bibit sendiri, tapi kalau jambang itu pasti repot. Harus mempekerjakan orang khusus untuk merawatnya, biayanya jadi bertambah lagi,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Raden Adipati Surya tetap optimistis terhadap sektor perkebunan. Ia menilai berkebun merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat di masa depan.
“Buatlah kebun untuk masa depan kita nanti. Dan yang paling penting, sudahilah sikap yang suka temperamen karena itu akan merugikan kita sendiri,” pesannya.
Selain memiliki nilai ekonomi, menurutnya aktivitas berkebun juga dapat memberikan ketenangan bagi pelakunya.
“Enak ke kebun, kita tenang pikiran,” katanya.
Ia berharap sektor perkebunan tetap menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dikembangkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai investasi jangka panjang yang produktif.
Editor : Red/Tim
Sumber Berita: tikampost










