Aceh Singkil-tikampost.id
Banjir Melanda Aceh singkil di Beberapa titik,DPP BEM mintak PJ Gubernur Aceh Muda jika tidak mampu mengatasi Banjir. Banjir yang terjadi bukan hanya di Aceh singkil saja, bencana banjir terjadi juga di Aceh lainnya.
Melihat situasi banjir yang terjadi dalam seminggu ini di beberapa titik Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh,Seperti di Aceh Singkil,Kota Subulussalam,Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang serta daerah Aceh lainnya. Yang membuat berbagai aktivitas menjadi terbatas serta mengancam keselamatan masyarakat. (16/10/2024)

Banjir seperti ini bukan hanya terjadi pada tahun 2024 ini saja. melainkan di tahun 2023 yang lalu pernah mengalami banjir selama 4 bulan. Sehingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Intelektual Muda Tanah Rencong (DPP BEM-TR) kembali menyuarakan atas peran dan sikap keseriusan menghadapi pemerintah Aceh yang terkesan tidak peduli dan tidak serius dalam mengatasi bencana banjir tersebut.

“Padahal bencana banjir seperti ini sudah sering terjadi,bahkan di tahun 2023 lalu mengalami selama 4 bulan. Seharusnya ini menjadi perhatian serius dan prioritas utama pemerintah Aceh dalam mengatasinya,apalagi PJ. Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si asli putra terbaik Aceh yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Administrasi Wilayah di Kemendagri tentu akan lebih mudah menjemput bola ke pusat dalam mengatasi bencana banjir tersebut. Adapun tidak mampu lebih baik beliau mundur saja dari PJ Gubernur”. Kata Muhammad Syariski ketua DPP BEM-TR.
Dengan demikian permasalahan bencana banjir tersebut dapat di atasi,minimal tidak separah ini bilapun terjadi untuk tahun-tahun berikutnya. Sebab menurut Syariski tugas seorang “PJ. Gubernur bukan hanya mensukseskan pilkada dengan aman dan damai saja. melainkan menjalankan segala tugas dan tanggung jawab berdasarkan undang-undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat bangsa dan negara” sesuai dengan ucapan sumpahnya ketika di lantik dulu.
Padahal jika di lihat dari geografis,banyak cara dalam mengatasi bencana banjir tersebut. salah satunya di buatkan tanggul untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. yang dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM). Sehingga pengerjaan tersebut bersifat produktif bagi daerah,Serta berdampak positif kepada masyarakat. Namun hal ini perlu ditindaklanjuti dengan serius.Bukan hanya sekedar perencanaan yang sampai sekarang tidak terealisasikan.
“Masyarakat butuh keseriusan,dan kerja nyata dari pemerintah Aceh. dalam mengatasi banjir yang sering terjadi agar tidak separah ini lagi. untuk kedepannya bukan hanya sekedar bantuan makanan yang diberikan ujungnya. Hanya untuk dimanfaatkan sebagai pencitraan. Memang musibah bencana banjir ini datangnya dari alam. diluar dari pada kuasa manusia,namun bentuk usaha pemerintah Aceh sebagai induk dari beberapa Kabupaten/Kota yang berdampak bencana tersebut juga perlu langsung di atasi”. Tutup Muhammad Syariski
( Sahkan m)









