Cerita Misteri Pasar Saddam Husen, Banjarmasin

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kalimantan selatan-tikampost

Perkenalkan, namaku Ahim. Aku berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara. Pada tahun 2013 silam, aku merantau ke Kalimantan Selatan, tepatnya ke Kota Banjarmasin, bersama istriku. Kami menetap di daerah Kuin Selatan, sebuah kawasan tua yang sarat dengan sejarah dan cerita mistis.

Di lingkungan itu, aku dikenal sebagai ahli supranatural. Bukan karena aku mengaku, melainkan karena sering membantu warga yang mengalami gangguan di luar nalar. Namaku mulai dikenal setelah diperkenalkan oleh sahabatku, Muhammad Radit (42), warga asli Banjarmasin yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri.

Melalui Radit, aku kemudian dipertemukan dengan seorang pria yang dulu pernah menjabat sebagai lurah di wilayah tersebut. Sebut saja namanya Pak Husen (50) — bukan nama sebenarnya.

Kedatangan yang Tak Biasa

Kejadian ini bermula pada hari Selasa, namun entah mengapa dalam ingatanku terasa seperti hari Senin. Sejak awal saja, waktu sudah terasa janggal.

Sore itu, Pak Husen datang ke rumah kontrakanku. Wajahnya terlihat pucat, matanya cekung seakan kurang tidur berhari-hari. Setelah berbincang sebentar, ia langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

Baca Juga :  IPTU MUKHTIAR RESMI MENJADI KAPOLSEK BANJIT.

Pak Husen mengeluhkan sebidang tanah miliknya yang rencananya akan dikelola menjadi pasar tradisional, bernama Pasar Tradisional Saddam Husen, yang terletak di wilayah Banjarmasin.

Namun, sejak proses pengelolaan dimulai, gangguan demi gangguan terus terjadi.

Teror di Lokasi Pasar

Menurut penuturan Pak Husen, para pekerja sering mengalami kejadian aneh.
Mulai dari:

  • Teror tanpa wujud, seperti suara langkah kaki di malam hari
  • Mimpi buruk berulang, melihat sosok hitam berbulu
  • Kesurupan, bahkan ada satu pekerja yang mengamuk sambil berperilaku seperti kera, memanjat dan berteriak dengan suara bukan suara manusia
  • Beberapa pekerja jatuh sakit tanpa sebab medis yang jelas

Semakin hari, jumlah pekerja semakin berkurang. Banyak yang memilih mundur karena ketakutan.

Pak Husen mengaku sudah mencoba memanggil orang pintar, tapi gangguan justru semakin menjadi.

Peringatan dari Warga Setempat

Puncaknya terjadi ketika salah satu pekerja berbincang dengan warga sekitar bernama Pak Gani (55), penduduk lama yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan itu.

Baca Juga :  *POLRES WAY KANAN GELAR OPERASI KESELAMATAN KRAKATAU TAHUN 2025*

Dengan nada serius, Pak Gani bertanya:

“Kalian sebelum mengerjakan tempat ini… sudah permisi belum?”

Pekerja itu hanya terdiam.

Pak Gani lalu menjelaskan bahwa tanah tersebut bukan tanah kosong biasa. Sejak dulu, kawasan itu dikenal sebagai wilayah yang “dihuni makhluk alam sebelah”. Bukan untuk diganggu sembarangan, apalagi dijadikan pusat keramaian tanpa izin secara batin.

Konon, pasar itu berdiri tepat di jalur lintasan makhluk halus penjaga wilayah Kuin Selatan.

Awal dari Terbukanya Tabir

Setelah mendengar cerita Pak Husen, bulu kudukku meremang. Ada energi berat yang menempel pada kisah itu. Aku tahu, ini bukan gangguan biasa.

Aku menatap Pak Husen dan berkata pelan,

“Pak… kalau ini benar, berarti bukan hanya soal izin manusia. Ada yang merasa wilayahnya direbut.”

Pak Husen menunduk. Tangannya gemetar.

Sejak malam itu, aku memutuskan untuk mendatangi langsung lokasi Pasar Saddam Husen.
Dan di sanalah aku pertama kali melihat mereka.

Namun, apa yang kulihat malam itu…
akan kuceritakan di lain waktu.

(Bersambung)

Penulis : Yasin Kesuma

Editor : redaksi tikamPost

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi
Kapolres Dharmasraya Pimpin Pengamanan Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP Sungai Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Berita Terbaru