DHARMASRAYA —tikampost.id
Inovasi pupuk organik cair hasil temuan Mutahar, warga Jorong Padang Sidondang, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, kembali menjadi sorotan. Setelah diakui manjur oleh banyak petani sawit, kini Mutahar mengungkap fakta baru terkait kandungan nutrisi pupuk buatannya, meski hingga kini belum pernah diuji secara resmi di laboratorium berstandar nasional.
Menurut Mutahar, keterbatasan alat menjadi kendala utama. Selama ini, ia hanya mengandalkan perangkat sederhana Soil Parameter Tester untuk mengetahui sebagian kandungan nutrisi dalam pupuknya. Dari alat terbatas itu, terbaca unsur makro N, P, dan K dengan angka yang mengejutkan.

“Adapun kandungan nutrisi yang bisa diketahui, karena pupuk ini belum dilakukan uji laboratorium resmi, hanya menggunakan alat terbatas yaitu Soil Parameter Tester. Terbaca hanya unsur makro-nya yaitu N kisaran 274 ppm, P 381 ppm, dan K 872 ppm. Jika dikonversi ke satuan persen, N 20,55%, P 7,62%, dan K 43,6%. Angka ini sangat tinggi dibanding yang tertera pada label produk pupuk organik cair di pasaran. Saya masih terus mendalami tentang ini, makanya saya ingin sekali memiliki peralatan laboratorium yang cukup,” ungkap Mutahar.

Angka kandungan unsur makro tersebut jauh melampaui komposisi pupuk organik cair yang umum dijual di pasaran, sehingga temuan ini membuka peluang riset lanjutan dan sertifikasi resmi untuk memastikan mutu serta potensi pemanfaatannya secara luas.
Mutahar menambahkan, kebutuhan paling mendasar dalam pengembangan pupuk organik temuannya adalah fasilitas laboratorium yang memadai, agar formulasi nutrisi dapat diuji dan disesuaikan dengan standar nasional.
Di sisi lain, inovasi pupuk organik Mutahar telah banyak membantu petani sawit di Dharmasraya. Beberapa warga mengaku tanaman sawit mereka kembali subur dan tidak lagi mengalami kondisi “atrek”, meski pupuk kimia sulit dijangkau akibat harga mahal.

Dengan potensi besar yang dimiliki, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian, terutama dalam hal dukungan peralatan laboratorium, pendampingan, hingga legalitas produk agar inovasi lokal ini bisa berkembang lebih jauh dan membawa manfaat lebih luas bagi petani di Dharmasraya.
Inovasi Mutahar menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat desa mampu membuka peluang besar dalam dunia pertanian, asalkan mendapat dukungan yang memadai.
Penulis : Hasanuddin
Editor : Redaksi TikamPost.id









