Jakarta, Kamis 30 Oktober 2025 — Universitas Jayabaya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kampus unggulan bidang hukum di Indonesia. Hal itu tampak dalam pelaksanaan Sidang Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Hukum di kampus setempat, Jakarta Timur, yang turut dihadiri tokoh-tokoh penting dunia hukum, termasuk perwakilan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI).
Sidang berlangsung di lantai V Gedung Rektorat Universitas Jayabaya, dipimpin langsung oleh Rektor sekaligus Ketua Sidang/Promotor, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.Hum., serta Dr. Yuhelson, S.H., M.H., M.Kn. selaku Direktur Pascasarjana dan Pengawas Sidang.
Dua Kandidat Doktor Angkat Isu Nasional
Dua kandidat doktor, Lista Hurustiati dan Debby Natalia, memaparkan hasil penelitian disertasi yang mengangkat tema-tema strategis nasional.
Lista Hurustiati (NIM 202202026113) menyampaikan disertasi berjudul “Perlindungan Hukum terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat.”
Penelitiannya menegaskan pentingnya peran hukum dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Sementara itu, Debby Natalia (NIM 202202026114) membawakan disertasi bertema “Rekonstruksi Hilirisasi Pertambangan di Indonesia dalam Perspektif Kontrak Karya.”
Kajian tersebut menyoroti keseimbangan antara kepentingan investasi, perlindungan sumber daya nasional, dan keadilan kontraktual di sektor pertambangan.
Kedua kandidat diuji oleh tim penguji lintas keilmuan, antara lain Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.H. (Ketua Tim Penguji), Dr. Dhoni Martien, S.H., M.H., Dr. Kristiawanto, S.H., M.H., Dr. Atma Suganda, S.H., M.H., dan Dr. Dossy Iskandar Prasetyo, S.H., LLM
Mahkamah Agung Apresiasi Kualitas Akademik
Kehadiran dua figur nasional dari Mahkamah Agung RI, yakni Prof. Dr. M. Syarifuddin, S.H., M.H. (mantan Ketua MA RI periode 2020–2025) dan Prof. Dr. Hamdi, S.H., M.Hum. (Hakim Agung aktif), memberi apresiasi serta dukungan terhadap pelaksanaan sidang tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh peradilan menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga yudikatif dalam memperkuat sistem hukum nasional.
> “Kampus harus menjadi ruang intelektual yang beririsan dengan praktik hukum nyata. Kolaborasi ini membuktikan bahwa Universitas Jayabaya adalah rumah bagi ilmuwan dan praktisi hukum yang ingin berkontribusi pada keadilan dan demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Yuhelson menambahkan, pelaksanaan sidang doktor dengan dukungan tokoh hukum nasional menunjukkan pengakuan terhadap mutu akademik Universitas Jayabaya.
> “Kami berkomitmen menjaga standar akademik tertinggi dan menghasilkan doktor hukum yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keberpihakan pada keadilan,” ungkapnya.
Jayabaya Kokohkan Reputasi Pendidikan Hukum Nasional
Sidang promosi doktor ini menjadi momentum penting bagi Universitas Jayabaya untuk memperkuat reputasinya sebagai kampus hukum berintegritas yang aktif berkontribusi pada pembangunan hukum nasional.
Dengan topik penelitian yang relevan—mulai dari pemberdayaan ekonomi rakyat hingga kebijakan hilirisasi pertambangan—Universitas Jayabaya menegaskan komitmennya melahirkan intelektual hukum visioner, berwawasan kebangsaan, dan berpihak pada kepentingan publik.
Acara berlangsung khidmat dan terbuka untuk umum, ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para penguji dan peserta sidang.
Universitas Jayabaya semakin kokoh sebagai pilar pendidikan hukum nasional, tempat bersemainya gagasan akademik, integritas ilmiah, dan kontribusi nyata bagi kemajuan hukum Indonesia.
Penulis : Red
Editor : Redaksi TikamPost.id









