Lampung Utara, TikamPost.id — Kamis, 13 November 2025.
Belum lama setelah pemberitaan terkait proyek rabat beton yang diduga asal jadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, kini awak media kembali menemukan dugaan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran di desa tersebut.
Dugaan ini diperkuat oleh data dan keterangan sejumlah warga setempat.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa ada aparat desa yang justru menerima bantuan PKH, sementara warga yang seharusnya layak malah tidak mendapatkan bantuan tersebut.
“Ya, pak, benar. Ada kepala dusun yang dapat bantuan PKH. Bahkan ada warga yang seharusnya layak malah tidak dapat,” ujar salah satu warga kepada awak media TikamPost.
Keterangan serupa juga disampaikan oleh pendamping PKH Desa Tanjung Harapan, Joko, saat ditemui di kediamannya.
Ia membenarkan bahwa memang terdapat aparat desa yang menerima bantuan tersebut.
“Ya benar, pak. Ada kepala dusun yang menerima program PKH dan BPNT di Desa Tanjung Harapan,” ungkap Joko.
Berdasarkan hasil penelusuran dan data yang dihimpun awak media, diketahui bahwa salah satu aparat desa berinisial WD mulai menerima BPNT sejak Juli 2024, sementara EA diketahui menerima BPNT dan PKH sejak April 2025.
Padahal, aparat desa sudah memperoleh penghasilan tetap (Siltap) dari anggaran APBDes.
Atas temuan tersebut, pihak media akan segera melaporkan hal ini kepada Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara agar segera dilakukan peninjauan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Penulis : Erwan Ependi
Editor : Redaksi TikamPost.id










