DHARMASRAYA tikampost.id
Inovasi pertanian kembali lahir dari Kabupaten Dharmasraya. Mutahar, warga Jorong Pisang Rebus, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, sukses mengembangkan pupuk organik cair dari bahan sederhana berupa batang kayu dan daun kering. Terobosan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman sawit secara signifikan.
Pupuk organik cair racikan Mutahar dibuat melalui proses fermentasi alami tanpa campuran bahan kimia. Hasilnya berupa cairan kental berwarna pekat, kaya nutrisi, dan cepat diserap tanah maupun akar tanaman.
Menurut Mutahar, cara aplikasinya sangat mudah. Cukup mencampur 1 liter pupuk cair dengan 5 liter air bersih untuk kemudian diberikan pada 10 batang sawit. Penggunaannya rutin mampu membuat tanah lebih gembur, daun lebih hijau, serta pelepah sawit yang semula menutup menjadi terbuka.
Tak berhenti di situ, pupuk ini bahkan memunculkan fenomena menarik. Sejumlah petani mengaku sawit jantan yang sebelumnya tidak berbuah kini kembali menghasilkan tandan setelah diberi pupuk organik tersebut.
“Semua bahannya dari alam, tidak ada zat berbahaya. Yang penting sabar dalam proses fermentasi, dan hasilnya alhamdulillah memuaskan,” ujar Mutahar.

Di tengah mahalnya harga pupuk kimia, pupuk organik cair ini menjadi solusi ekonomis bagi petani. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya melimpah di sekitar lingkungan. Mutahar berharap inovasinya dapat membantu petani sawit di Dharmasraya dan daerah lain untuk meningkatkan produksi secara alami, aman, dan berkelanjutan.
Saat ini, pupuk organik cair tersebut juga sudah dipasarkan dengan harga Rp30.000 per liter, menjadikannya alternatif terjangkau sekaligus bernilai tinggi bagi petani yang ingin beralih ke metode budidaya ramah lingkungan.
Penulis : Hasanuddin
Editor : Redaksi TikamPost.id









