Kebakaran di Teluk Gong Tewaskan Lima Orang, Api Diduga Berasal dari Mobil Listrik yang Sedang Diisi Daya

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tikampost.id — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Lopis, Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/12/2025) malam. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.13 WIB. Api diduga dipicu korsleting listrik pada sebuah mobil listrik yang tengah diisi daya (charger) di dalam rumah.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, menjelaskan bahwa sebelum kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang melakukan pengisian daya mobil listrik miliknya.

“Pemilik rumah sedang men-charge mobil listrik, kemudian terjadi fenomena kelistrikan yang memicu ledakan pada kendaraan tersebut. Api lalu menyambar bahan mudah terbakar seperti minyak thinner dan kaleng cat,” ujar Gatot, dikutip dari detikcom, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Jalan Daan Mogot Penuh Lubang, Pengendara Motor Berjatuhan

Akibat ledakan tersebut, api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. Kobaran api juga merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sehingga para korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual sebelum petugas datang. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar.

Dalam peristiwa ini, satu unit rumah kosong serta dua unit rumah warga yang digunakan sebagai tempat usaha toko daring (online) turut terbakar.

Yang terbakar satu unit rumah kosong dan dua unit rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat usaha toko online,” kata Gatot.

Baca Juga :  Pekerjaan Timbunan Halaman TK Negeri Tunas Bangsa Pulau Kupang Belum Rampung, Warga Harap Ada Evaluasi Sesuai Ketentuan

Proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian mengalami sejumlah kendala. Selain karena kondisi permukiman yang padat, di dalam bangunan terdapat banyak bahan mudah terbakar.

“Pendinginan terhambat karena adanya bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti minyak thinner, cat, biji plastik, serta kertas. Akses menuju lokasi juga sempit dan bersekat,” jelasnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan lima korban dalam kondisi meninggal dunia. Para korban terdiri dari perempuan berinisial B (56), pria berinisial TAM (70), perempuan berinisial NTL (24), seorang anak perempuan berinisial GSL (7), serta seorang pengasuh bayi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Penulis : Ridwan Sulaiman

Editor : redaksi tikamPost

Berita Terkait

GNB Perkuat Sinergitas Bersama BNNP Banten dalam Mendukung Program P4GN
APPN Ancam Gelar Aksi Massa Nasional Jika Pemerintah Tak Buka Dialog soal Regulasi Transportasi Logistik
GNB Banten dan Wali Kota Tangerang Perkuat Sinergi Pencegahan Narkoba
Penilaian Sumatif Akhir Jenjang Kelas VI di SDN 1 Basarang Berjalan Lancar
Gaharu Jadi “Emas Hijau” di Way Kanan, Petani Raup Puluhan Juta dari Satu Panen
PJU Padam Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bereng Minta Transparan Soal Dana Penerangan Jalan
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Bongkar Bangunan Liar di Pakuwon
Diduga Serobot Fasum Proyek Bangunan Ruko di Kapuk di Sorot Warga

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WIB

GNB Perkuat Sinergitas Bersama BNNP Banten dalam Mendukung Program P4GN

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:14 WIB

APPN Ancam Gelar Aksi Massa Nasional Jika Pemerintah Tak Buka Dialog soal Regulasi Transportasi Logistik

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:46 WIB

GNB Banten dan Wali Kota Tangerang Perkuat Sinergi Pencegahan Narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:38 WIB

Penilaian Sumatif Akhir Jenjang Kelas VI di SDN 1 Basarang Berjalan Lancar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:17 WIB

Gaharu Jadi “Emas Hijau” di Way Kanan, Petani Raup Puluhan Juta dari Satu Panen

Berita Terbaru