Kali Cengkareng Kapuk Dipenuhi Lumpur Sejak Era Ahok tak Pernah di Keruk

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kali Cengkareng Drain Kapuk di Penuhi Lumpur

Foto Kali Cengkareng Drain Kapuk di Penuhi Lumpur

JAKARTA, Tikampost.id – Kondisi Kali Cengkareng Drain di wilayah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dipenuhi sedimen lumpur. Warga menyebut kali tersebut tidak pernah dilakukan pengerukan sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Dari zaman Gubernur Ahok sampai sekarang lumpurnya sudah tinggi, enggak pernah dikeruk. Dulu mah air kali enggak pernah sampai ngerendem jembatan walau banjir gede juga,” kata Udin, warga Kapuk, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, saat program normalisasi dan pengerukan dilakukan di sejumlah wilayah pada masa itu, bagian Kali di wilayah Kapuk hanya dipancang tanpa dilakukan pengerukan sedimen secara menyeluruh.

Baca Juga :  Dua Anggota Polri Gugur Tertabrak Truk TNI saat Mengangkut Bantuan di Cisarua

“Dulu setahu saya ini kali cuma dipancang doang, enggak dikeruk lumpurnya. Sudah berapa lama itu, sekarang tambah tinggi,” ujarnya.

Warga menilai tingginya endapan lumpur menyebabkan kapasitas tampung air di kali semakin berkurang. Akibatnya, air mudah meluap ke permukiman saat intensitas hujan meningkat.

Udin mengatakan warga kondisi jembatan di atas kali sebagai patokan potensi banjir. Jika permukaan air sudah merendam jembatan, maka rumah warga di pastikan banjir dalam.

Baca Juga :  Jadwal Resmi Haji 2026 Ditetapkan, Keberangkatan Dimulai 22 April

“Kalau jembatan yang tinggi aja kerendem, rumah warga kapuk udah pasti kerendemnya lebih dalem. Makanya sekarang hujan sebentar juga kalau air kalinya lagi naik pasti banjir,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait segera melakukan pengerukan sedimen di Kali Cengkareng Drain untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

(Rwn/Kbr)

Berita Terkait

Apel Pagi KSOP Pulang Pisau, Pimpinan Tekankan Disiplin Kinerja dan Adaptasi Cepat Pegawai
Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Pembunuhan hingga Narkoba, 7 Tersangka Diamankan
Diduga Dipicu Pertengkaran, Polisi Ungkap Motif Kasus di Salah Satu Hotel Dharmasraya
Kepala SDN 2 Parerejo Diduga Hindari Konfirmasi, Pengelolaan Dana BOS Disorot
DPC AJP Lampung Barat Gelar “Pekon Tanggap Informasi”, Dorong Transparansi dan Sinergi dengan Aparatur Pekon
Guru Sekolah Alam Bintaro Lakukan Studi Banding ke Sekolah Khusus Spectrum, Pelajari Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus
Buron Kasus Penggelapan Motor Sejak 2023 Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Dharmasraya
Diduga Rokok Ilegal Dijual Bebas di Jalan Tanggul Barat Kapuk, Pedagang Klaim Sudah Berkoordinasi dengan Oknum Polsek Cengkareng

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 12:40 WIB

Apel Pagi KSOP Pulang Pisau, Pimpinan Tekankan Disiplin Kinerja dan Adaptasi Cepat Pegawai

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:44 WIB

Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Pembunuhan hingga Narkoba, 7 Tersangka Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:37 WIB

Diduga Dipicu Pertengkaran, Polisi Ungkap Motif Kasus di Salah Satu Hotel Dharmasraya

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:24 WIB

Kepala SDN 2 Parerejo Diduga Hindari Konfirmasi, Pengelolaan Dana BOS Disorot

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:49 WIB

DPC AJP Lampung Barat Gelar “Pekon Tanggap Informasi”, Dorong Transparansi dan Sinergi dengan Aparatur Pekon

Berita Terbaru