TIKAMPOST.ID – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) TNI Angkatan Laut Lantamal 1 medan Belawan mengungkap sindikat pencurian bahan bakar jenis avtur di Pantai Dewi Indah, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (11/2/2025).
Bahan bakar jenis Avtur tersebut merupakan milik Pertamina yang diperuntukkan untuk pesawat terbang yang di Bandara Kualanamu, Deli Serdang.
Sindikat pencuri ini diduga telah beroperasi selama tiga tahun sejak dari 2022 dan mampu mengambil hingga 30.000 liter bahan bakar jenis avtur setiap kali beraksi atau setara dengan Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah)
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada kasus pencurian bahan bakar avtur di daerah Kualanamu deli serdang?.
Bagaimana kasusnya terungkap?
Kasus ini terungkap saat kapal tanker Pertamina, MT Sinar Agra, berlabuh di perairan Pantai Dewi Indah pada Senin (10/2/2025) pukul 10.00 WIB.
Pada hari jumat (14/2/2025), kapal yang bermuatan bahan bakar avtur saat itu sedang melakukan bongkar muat bahan bakar jenis avtur ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Kualanamu.
Di tengah proses bongkar muat, para aksi melancarkan aksinya dengan membuka keran dari gudang mereka untuk mengalirkan bahan bakar jenis avtur ke tangki plastik yang telah di persiapkan.
Tim F1QR TNI AL Lantamal 1 Belawan yang saat itu sudah bersiap, langsung menggerebek gudang tersebut dan menangkap sindikat pencuri.
Petugas juga menemukan sisa avtur sebanyak 30 kiloliter dalam 29 tangki yang masing-masing berkapasitas 1 kiloliter, serta dua drum berisi 220 liter avtur.
Avtur hasil curian itu pun kini diamankan oleh petugas TNI AL.
Para petugas saat itu sudah siap siaga karena sebelumnya telah mendapat informasi dari Komandan Lantamal I Brigjen TNI, Jasiman Purba mengenai aktivitas pencurian avtur.
Bagaimana pelaku mencuri avtur?
Kadispen Lantamal 1 Belawan, Letkol Laut Nelson Sagala mengatakan, para pelaku mencuri bahan bakar tersebut dengan cara melubangi pipa bawah laut milik Pertamina.
Pipa yang berlubang itu kemudian dipasangi selang yang terhubung langsung ke tangki di gudang mereka.
Jadi para pelaku melakukan penyadapan pipa di bibir Pantai Dewi Indah dengan cara melubangi pipa saat kosong menggunakan bor, jelas dia.
“Lubang tersebut kemudian disambungkan ke pipa besi dan selang menuju gudang penampungan,” sambungnya.
(RISWANTO).









