Medan | tikampost.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menegaskan komitmen pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pembinaan dengan menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Medan Helvetia ke-59 Tahun 2026 M/1447 H, yang digelar di Masjid Asy-Syakirin, Sabtu (7/2/2026).
Momentum tersebut menjadi sorotan ketika seorang Warga Binaan Lapas Kelas I Medan dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an dalam rangkaian pembukaan MTQ. Kepercayaan itu memiliki makna mendalam, mengingat yang bersangkutan merupakan terpidana dengan vonis berat dan tengah menjalani masa pidana tingkat akhir.

Meski berada di balik tembok pemasyarakatan, lantunan ayat suci yang dibacakan mampu menggema khidmat dan menyentuh hadirin. Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan kemanusiaan.
Pembukaan MTQ berlangsung khusyuk dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta masyarakat Medan Helvetia. Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Warga Binaan Lapas Kelas I Medan.
Camat Medan Helvetia, Junedi, mengapresiasi partisipasi Lapas Kelas I Medan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan warga binaan pada pembukaan MTQ menjadi pesan kuat bahwa pembinaan keagamaan di dalam lapas berjalan dan memberi ruang nyata bagi perubahan.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana membangun iman dan kebersamaan. Kehadiran warga binaan hari ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dan membuka harapan bagi perbaikan diri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Medan diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kepala Seksi Keamanan, serta jajaran staf Kamtib, Pengamanan, dan Bimkemas.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Bagi siapa pun, termasuk warga binaan dengan hukuman terberat sekalipun, pintu perubahan dan perbaikan diri tidak pernah tertutup,” tegasnya.
Melalui momentum MTQ ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan semata-mata tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang menumbuhkan iman, akhlak, dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis : FERRY MARINUS.S.E
Editor : Tikampost









