Tikampost.id | Pesisir Barat – Kondisi bangunan SD Negeri 85 Krui di Pekon Way Sindi Hanuan, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut terlihat mengalami kerusakan cukup parah dan diduga tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.
Hasil pantauan tim Tikampost.id Pesisir Barat di lokasi, Sabtu (7/3/2026), menunjukkan beberapa bagian atap dan plafon ruang kelas dalam kondisi bolong serta lapuk. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa dan siswi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Melihat kondisi tersebut, muncul dugaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah tersebut yang dinilai tidak berjalan maksimal, mengingat kondisi fasilitas sekolah yang memprihatinkan.

Saat dikonfirmasi oleh tim media, Kepala Sekolah SDN 85 Krui yang berinisial S membantah adanya kelalaian dari pihak sekolah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mengajukan usulan bantuan perbaikan bangunan sekolah kepada pemerintah.
“Kami sudah mengusulkan bantuan perbaikan melalui dana APBD maupun APBN dari pemerintah pusat. Selain itu jumlah siswa di sekolah kami juga tidak terlalu banyak,” ujar kepala sekolah tersebut.
Namun demikian, kondisi fisik bangunan sekolah yang terlihat rusak parah memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat sekitar. Mereka menilai seharusnya fasilitas pendidikan tetap mendapatkan perawatan yang memadai demi keselamatan para siswa.
Salah seorang warga sekitar sekolah mengaku merasa khawatir dengan kondisi ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak digunakan.

“Kami khawatir jika anak-anak tetap belajar di ruangan dengan kondisi atap dan plafon yang sudah banyak rusak. Takutnya sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa siswa,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sekolah tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran pendidikan di sekolah tersebut. Apabila nantinya ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran, masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Nurdin, yang meminta pemerintah daerah segera turun tangan demi memastikan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menempuh pendidikan.
“Harapan kami pemerintah segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sekolah tersebut,” pungkasnya.
Penulis : Nurdin
Editor : Tikampost









