Lampung Utara, TikamPost.id — Pembangunan pagar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, diduga dikerjakan asal jadi. Dugaan tersebut muncul setelah diketahui bangunan pagar tersebut masih menggunakan pondasi lama yang kondisinya sudah banyak yang rapuh.
Saat awak media meninjau lokasi, terlihat beberapa bagian pagar tampak tidak kokoh. Ketika dikonfirmasi kepada salah satu pekerja di lapangan, ia mengakui bahwa pondasi lama memang tidak dibongkar.
> “Benar, Pak. Mana pondasi yang rapuh kami tambal dengan semen lagi. Yang retak juga kami tambal,” ujar salah satu tukang di lokasi pekerjaan.

Sementara itu, saat awak media hendak mengonfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Hulu Sungkai, pihak guru menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.
Proyek pembangunan pagar sekolah tersebut diketahui memiliki nilai anggaran sebesar Rp229.721.000 (dua ratus dua puluh sembilan juta tujuh ratus dua puluh satu ribu rupiah). Namun, bangunan pagar yang dibangun hanya sekitar 90 meter lebih, dengan tinggi sekitar 2 meter. Kondisi pondasi lama yang digunakan menimbulkan kekhawatiran pagar tidak akan bertahan lama.
Salah satu warga sekitar juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas bangunan tersebut.
> “Kemarin pagarnya miring, mau roboh. Makanya dibangun ulang, tapi kenapa masih pakai pondasi lama?” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.
Pembangunan pagar yang diduga tidak sesuai dengan standar ini menimbulkan dugaan adanya upaya meraup keuntungan lebih dari pelaksanaan proyek.
Masyarakat berharap instansi terkait, baik Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara maupun Aparat Penegak Hukum (APH), dapat turun langsung meninjau dan memeriksa proyek pembangunan pagar SMPN 1 Hulu Sungkai tersebut.
Penulis : Erwan Ependi
Editor : redaksi tikamPost









