Dugaan Korupsi Dana Desa di Kampung Bumi Merapi, Way Kanan

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan – Tim Tikampost.id menemukan dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan rabat beton di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. Hasil investigasi lapangan pada Rabu, 18 Juni 2025, menunjukkan indikasi pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

 

Salah satu pekerja mengungkapkan ketidakjelasan upah hariannya, hanya diajak bekerja tanpa informasi detail besaran gaji. Adukan beton yang digunakan juga dipertanyakan; hanya 12 ember pasir, 5 ember batu, dan 1 sak semen untuk proyek senilai Rp 74.497.000,- dengan ukuran 86 cm x 2,5 cm. Standar seharusnya menggunakan 1 sak semen, 3 lori pasir, dan 5 lori batu, serta teknik pengecoran yang lebih baik untuk mencegah kerusakan.

Baca Juga :  PENGUNJUNG WISATA LABUHAN JUKUNG KELUHKAN SAMPAH BERSERAKAN, DINAS TERKAIT DIMINTA SEGERA MERESPON KELUHAN TERSEBUT

 

Ketidakjelasan upah pekerja (ada yang menyebut Rp 70.000,- dan Rp 100.000,-) semakin memperkuat dugaan ketidaktransparanan. Upaya konfirmasi kepada Kepala Kampung Gito menemui kendala, karena yang bersangkutan tidak berada di kantor maupun rumah dan terkesan menghindari awak media.

Baca Juga :  Warga Ambil Paket Ganda, Gubernur Kalimantan Tengah Geram di Lokasi Pasar Murah

 

Tim Tikampost.id mendesak Inspektorat dan Kejaksaan setempat untuk melakukan audit dan penyelidikan atas dugaan korupsi ini guna mencegah kerugian negara. Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Kampung belum memberikan klarifikasi.

(Indra paisal)

Berita Terkait

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
PENGAWASAN APARAT GAGALKAN KEBERANGKATAN DUA WNA ASAL CHINA DI PELABUHAN NUSANTARA TAHUNA
Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha
Praktisi Hukum Adv. Riko Ginting Soroti Pernyataan “Tembak di Tempat” terhadap Pelaku Begal

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 10:37 WIB

Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas

Senin, 1 Juni 2026 - 09:48 WIB

KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:46 WIB

WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak

Berita Terbaru