Warga Ambil Paket Ganda, Gubernur Kalimantan Tengah Geram di Lokasi Pasar Murah

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Peluncuran Pasar Murah menjelang Natal dan Tahun Baru di Istana Isen Mulang, Sabtu (22/11/2025), diwarnai kegeraman Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran.

Kegiatan yang seharusnya berjalan tertib itu justru memunculkan persoalan di lapangan. Sesuai ketentuan, setiap warga atau satu kepala keluarga (KK) hanya berhak menerima satu paket bantuan pangan. Namun, lemahnya pengawasan membuat sejumlah warga mencoba mengambil lebih dari satu paket karena tidak ada penegasan terkait larangan menitip kupon atau pengambilan melebihi kuota.

Di lokasi, tampak beberapa warga membawa hingga tiga paket bantuan, sementara warga lainnya masih berdesakan di antrean karena belum mendapatkan jatah.

Baca Juga :  Diduga Rangkap Jabatan, Lurah Benda Disorot Warga: Berpotensi Langgar Aturan dan Timbulkan Konflik Kepentingan

Saat melakukan peninjauan langsung, Gubernur Agustiar mendapati adanya penggunaan kupon ganda serta warga yang membawa paket lebih dari satu, meskipun aturan secara jelas menyebutkan satu kupon untuk satu orang.

“Makan Gaji Buta”

Temuan tersebut membuat Agustiar geram. Ia menilai perangkat daerah (PD) tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik sehingga terjadi celah penyalahgunaan di lapangan.
“Bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan. Mana itu para PD? Enak saja mereka makan gaji buta,” ujarnya dengan nada tinggi.

Gubernur menegaskan petugas harus bekerja dengan serius.
“Kalian itu kerja pakai otak, jangan pakai dengkul,” tegasnya.

Baca Juga :  Dilantik sebagai Kadisdikbud Pesisir Barat, Martinus Terima Dukungan Penuh Jajaran Dinas

Menurutnya, lemahnya kontrol membuka peluang terjadinya penitipan kupon, penggunaan kupon ganda, hingga penyimpangan lain yang berpotensi merugikan warga yang sebenarnya berhak menerima bantuan.
“Intinya, kalau ada yang bawa lebih dari satu kupon, suruh pulang. Lihat KTP-nya, cocokkan wajahnya. Kalau begini caranya, habis uang bantuan pangan,” katanya di hadapan petugas dan warga.

Agustiar meminta seluruh perangkat daerah memperketat verifikasi dan pengawasan di setiap titik pembagian agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penulis : Red

Editor : Redaksi TikamPost.id

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi
Kapolres Dharmasraya Pimpin Pengamanan Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP Sungai Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Berita Terbaru