Way Tuba – Tikampost.id
Dugaan penyaluran makanan tidak layak konsumsi dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, kembali mencuat. Warga Kampung Bukit Gemuruh melaporkan temuan makanan yang diduga busuk dan basi saat diterima, Selasa (3/3/2026).
Temuan ini menambah catatan sebelumnya, di mana warga sempat mengaku menemukan belatung di dalam kotak nasi yang dibagikan kepada penerima manfaat. Pada peristiwa terdahulu, pihak pelaksana melalui keterangan ahli gizi setempat mengakui adanya kelalaian dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga penerima.
Namun, dugaan serupa kembali terjadi.
Warga: Jangan Sampai Terulang
Salah satu penerima manfaat, Nevi Rosita, menyampaikan bahwa makanan yang diterimanya kali ini diduga dalam kondisi tidak segar. Beberapa item seperti buah salak, tempe, dan ayam disebut berbau dan diduga basi saat dibuka.
Menurut warga, jika distribusi makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi terjadi lebih dari sekali, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, penyimpanan, hingga proses distribusi.
“Kalau memang untuk program gizi, kualitasnya harus benar-benar dijaga,” ujar seorang warga kepada Tikampost.

Sejumlah warga kini mendesak agar dilakukan audit internal dan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Mereka meminta adanya pengawasan ketat dari instansi terkait guna memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.
Program yang menyasar kelompok rentan dinilai tidak boleh menyisakan celah dalam hal kebersihan dan kualitas makanan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, setiap pihak yang memproduksi dan mendistribusikan pangan wajib menjamin keamanan dan mutu pangan. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang peredaran barang yang tidak sesuai standar atau tidak layak konsumsi.
Apabila dugaan tersebut terbukti, maka evaluasi sistem distribusi dan kontrol kualitas menjadi langkah yang dinilai mendesak untuk mencegah risiko kesehatan bagi penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara MBG Kampung Bandar Sari belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan temuan terbaru tersebut.
Warga berharap ada tindakan konkret agar program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan kekhawatiran.
Penulis : Sadek
Editor : Tikampost










