Lampung Utara – Tikampost.id
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hidayatuth Tholibih yang berlokasi di Karang Rejo II, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, hingga kini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Berdiri sejak tahun 2008–2009, madrasah ini tercatat belum pernah menerima bantuan pembangunan dari Kementerian Agama hingga tahun 2025.
Senin (24/01/2025)

Saat ini, MTs Hidayatuth Tholibih hanya memiliki sembilan ruang belajar dan satu ruang kantor, sehingga total bangunan yang tersedia baru 10 ruang. Kondisi tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, terlebih jumlah siswa telah mencapai 220 orang.
Ironisnya, proses pendidikan di madrasah ini ditopang oleh 23 guru honorer dan hanya satu guru PNS. Guru PNS tersebut pun merupakan penugasan langsung dari Kemenag, meski sarana prasarana yang ada masih sangat terbatas. Beberapa ruang belajar bahkan telah dinilai tidak layak pakai, sementara kebutuhan penambahan ruangan semakin mendesak.
Pihak sekolah mengungkapkan, proposal pengajuan pembangunan telah disampaikan berulang kali. Namun hingga kini, belum ada realisasi bantuan yang diterima. Akibatnya, beberapa kelas terpaksa bergantian menggunakan ruang belajar yang tersedia.
“Kami sudah berdiri sejak 2008–2009, tapi sampai 2025 ini belum pernah tersentuh bantuan Kemenag. Sementara jumlah siswa terus bertambah,” ujar Kepala MTs Hidayatuth Tholibih, Nasrudin.
Tokoh masyarakat setempat berharap pemerintah, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, dapat turun langsung meninjau kondisi madrasah tersebut. Menurut mereka, pendidikan adalah fondasi pembangunan, sehingga kelalaian dalam penyediaan fasilitas dasar dapat berdampak panjang terhadap masa depan para pelajar.
Penulis : Marto
Editor : Redaksi TikamPost.id










