Hikmahbudhi Beri “Kartu Kuning” ke Gubernur Banten soal Penanganan Banjir Tangerang Raya

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Organisasi mahasiswa Buddhis, Hikmahbudhi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memberikan “kartu kuning” kepada Gubernur Banten

Organisasi mahasiswa Buddhis, Hikmahbudhi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memberikan “kartu kuning” kepada Gubernur Banten

jakarta –  tikampost.id — Organisasi mahasiswa Buddhis, Hikmahbudhi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memberikan “kartu kuning” kepada Gubernur Banten atas penanganan banjir yang dinilai gagal mengoordinasikan wilayah Tangerang Raya. Peringatan itu disampaikan menyusul banjir yang kembali melanda Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang secara bersamaan.

Ketua Hikmahbudhi Tangsel, Trio Anggara, menilai banjir serentak di tiga wilayah tersebut menunjukkan persoalan yang sudah melampaui kapasitas pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, kondisi itu semestinya langsung ditangani melalui kepemimpinan dan koordinasi di tingkat provinsi.

“Kalau Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang banjir bersamaan, itu bukan lagi masalah lokal. Itu sudah menjadi persoalan provinsi,” ujar Trio dalam keterangan tertulis yang diterima Jabarin, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, gubernur memiliki peran strategis sebagai koordinator pemerintah kabupaten dan kota sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, penanganan banjir lintas wilayah tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri-sendiri tanpa komando yang jelas.

Baca Juga :  Kapolres Way Kanan Perkuat Sinergi dengan Media dan LSM Lewat Silaturahmi Bersama

Trio menyoroti belum adanya sistem besar yang menyatukan penanganan banjir di Tangerang Raya. Ia menyebut masing-masing daerah masih fokus pada penanganan parsial, sementara persoalan sungai, tata ruang, dan aliran air bersifat lintas wilayah.

“Kalau pemerintah kabupaten atau kota gagal, itu bisa disebut kesalahan teknis. Tapi kalau provinsi gagal mengoordinasikan, itu adalah kegagalan kepemimpinan,” tegasnya.

Hikmahbudhi Tangsel mendorong Gubernur Banten untuk memimpin langsung koordinasi lintas daerah, memastikan normalisasi sungai lintas wilayah berjalan, serta memaksa sinkronisasi tata ruang antara Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Menurut Trio, tanpa langkah tegas di level provinsi, banjir akan terus berulang dan masyarakat akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan.

Baca Juga :  Pemkot Jakbar Kerahkan Ratusan Personel Gabungan Bersihkan Sampah Pascabanjir

“Peringatan ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mendorong perubahan. Jika tidak direspons dengan tindakan nyata dan koordinasi yang kuat, banjir berikutnya tidak lagi bisa disebut musibah,” ujarnya.

Diberitakan, banjir kembali mengepung wilayah Tangerang Raya pada Jumat (23/1/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Genangan air dilaporkan terjadi di sejumlah permukiman, ruas jalan utama, serta fasilitas publik di Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Dampak banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena lingkungan sekolah tergenang dan akses tidak dapat dilalui.

“Kalau pola penanganannya tetap seperti sekarang, rakyat hanya akan terus mengulang siklus yang sama: kebanjiran, menunggu bantuan, lalu lupa sampai banjir berikutnya datang,” pungkas Trio.

Penulis : FERRY MARINUS.S.E

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI
Pemprov DKI Imbau Warga Jakarta Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Kemacetan di SPBU Bumi Ratu Diduga Dipicu Antrean Pembelian BBM Bersubsidi
Kecelakaan Beruntun Libatkan 3 Mobil 1 Motor di Kembangan Jakarta Barat, Korban Berjatuhan
Pasar Sore Rusun BCI Cengkareng Timur Dilanda Kebakaran
Lansia Gagal Terima Bansos Gegara Data Terdeteksi Judol, Sopir Angkutan Barang Khawatir Bernasib Sama
Ketua PP Ranting Kapuk Alex Simamora Resmi Menikah dengan Eli Gianti
LARANGAN PENGGUNAAN ATRIBUT DAN IDENTITAS MEDIA BAGI MANTAN ANGGOTA YANG SUDAH DIBERHENTIKAN

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:07 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Pemprov DKI Imbau Warga Jakarta Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 10:35 WIB

Kemacetan di SPBU Bumi Ratu Diduga Dipicu Antrean Pembelian BBM Bersubsidi

Kamis, 3 September 2026 - 23:28 WIB

Pasar Sore Rusun BCI Cengkareng Timur Dilanda Kebakaran

Kamis, 3 September 2026 - 12:53 WIB

Lansia Gagal Terima Bansos Gegara Data Terdeteksi Judol, Sopir Angkutan Barang Khawatir Bernasib Sama

Berita Terbaru