QR Code BBM Subsidi Mendadak Dihapus, Sopir Logistik Minta Mekanisme Cadangan BBM Subsidi

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tikampost.id – QR Code untuk pembelian BBM subsidi secara tiba-tiba tidak dapat digunakan (Data dihapus) saat pengisian di SPBU memicu keluhan di masyarakat. Kendala ini dinilai menghambat aktivitas, terutama bagi pengguna yang bergantung pada BBM subsidi untuk mobilitas harian.

Sejumlah pengguna BBM subsidi mengaku tidak dapat melakukan transaksi karena QR Code yang terdaftar mendadak tidak terbaca atau tidak bisa diakses. Kondisi tersebut memaksa sebagian pengguna menunda pengisian bahan bakar atau beralih ke BBM non-subsidi dengan biaya lebih tinggi.

Gangguan ini disebut merugikan karena proses verifikasi ulang dinilai memakan waktu cukup lama. Bahkan, beberapa pengguna mengaku harus menunggu hingga berhari-hari agar QR Code mereka kembali aktif.

Baca Juga :  Sarbumusi Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Pekerja Rentan dan Anak Yatim di Gedung PBNU

“Sudah empat hari barcode saya enggak bisa dipakai. Pas mau ngisi tiba-tiba disuruh verifikasi ulang, akhirnya bingung. Sudah coba daftar ulang, semua data lengkap, tapi tetap saja menunggu, belum aktif juga,” kata Kokoh.

Situasi ini semakin menyulitkan konsumen yang sedang melakukan perjalanan jauh. Ketergantungan pada BBM subsidi membuat mereka tidak memiliki banyak alternatif ketika sistem mengalami kendala teknis.

Ia berharap adanya mekanisme cadangan atau alternatif verifikasi yang dapat digunakan saat QR Code mengalami gangguan. “ya minimal kalau ada cara pengisian cadangan jadi orang yang perjalanan jauh, kaga mogok ditengah jalan,,kalau isi dexlite uangnya mana cukup,”keluhnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Wisata Hutan Monyet Solear Diserbu Pengunjung, Murah tapi Minim Tempat Sampah

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran Pertalite dan Biosolar.

“Saat ini Pertamina Patra Niaga sedang melaksanakan evaluasi sistem melalui proses pembaruan dan penyesuaian data konsumen,” ujar Roberth, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan aktivitas rutin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas data dan optimalisasi layanan distribusi BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, dampak dari proses tersebut membuat sebagian data konsumen menjadi tidak aktif. Pengguna yang terdampak diminta untuk melakukan pendaftaran ulang agar dapat kembali mengakses BBM subsidi.

Penulis : Ridwan Sulaiman

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Mursalin, S.H. Resmi Jadi Penasehat PWGK-KRESEK, Alex Sibti Perkuat Soliditas Organisasi
Ketua PWGK-KRESEK Desak Camat Udin dan Plt PPTK Gunung Kaler Tegas Awasi Proyek APBD 2026
Pengurus Truk Keluhkan pengambilan STNK yang di Tilang Disebut Belum Disetor ke Polresta Bandung
Kelurahan Kapuk kembali Membantu Merelokasi Warga Terdampak Pembangunan Rupom Kali Apuran
Pejabat Publik Aktif Publikasi di Medsos Tak Dapat Mengganti Fungsi Sosial Kontrol
Muhamad Amud Minta Maaf kepada Wartawan, Tegaskan DPRD Terbuka bagi Insan Pers
William Soroti Pak Ogah yang Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Tegas dan Konsisten
Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kresek Ikuti UKW JMSI di Dewan Pers

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Mursalin, S.H. Resmi Jadi Penasehat PWGK-KRESEK, Alex Sibti Perkuat Soliditas Organisasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Ketua PWGK-KRESEK Desak Camat Udin dan Plt PPTK Gunung Kaler Tegas Awasi Proyek APBD 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengurus Truk Keluhkan pengambilan STNK yang di Tilang Disebut Belum Disetor ke Polresta Bandung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kelurahan Kapuk kembali Membantu Merelokasi Warga Terdampak Pembangunan Rupom Kali Apuran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Pejabat Publik Aktif Publikasi di Medsos Tak Dapat Mengganti Fungsi Sosial Kontrol

Berita Terbaru