JAKARTA, Tikampost.id – QR Code untuk pembelian BBM subsidi secara tiba-tiba tidak dapat digunakan (Data dihapus) saat pengisian di SPBU memicu keluhan di masyarakat. Kendala ini dinilai menghambat aktivitas, terutama bagi pengguna yang bergantung pada BBM subsidi untuk mobilitas harian.
Sejumlah pengguna BBM subsidi mengaku tidak dapat melakukan transaksi karena QR Code yang terdaftar mendadak tidak terbaca atau tidak bisa diakses. Kondisi tersebut memaksa sebagian pengguna menunda pengisian bahan bakar atau beralih ke BBM non-subsidi dengan biaya lebih tinggi.
Gangguan ini disebut merugikan karena proses verifikasi ulang dinilai memakan waktu cukup lama. Bahkan, beberapa pengguna mengaku harus menunggu hingga berhari-hari agar QR Code mereka kembali aktif.
“Sudah empat hari barcode saya enggak bisa dipakai. Pas mau ngisi tiba-tiba disuruh verifikasi ulang, akhirnya bingung. Sudah coba daftar ulang, semua data lengkap, tapi tetap saja menunggu, belum aktif juga,” kata Kokoh.
Situasi ini semakin menyulitkan konsumen yang sedang melakukan perjalanan jauh. Ketergantungan pada BBM subsidi membuat mereka tidak memiliki banyak alternatif ketika sistem mengalami kendala teknis.
Ia berharap adanya mekanisme cadangan atau alternatif verifikasi yang dapat digunakan saat QR Code mengalami gangguan. “ya minimal kalau ada cara pengisian cadangan jadi orang yang perjalanan jauh, kaga mogok ditengah jalan,,kalau isi dexlite uangnya mana cukup,”keluhnya.
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran Pertalite dan Biosolar.
“Saat ini Pertamina Patra Niaga sedang melaksanakan evaluasi sistem melalui proses pembaruan dan penyesuaian data konsumen,” ujar Roberth, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan aktivitas rutin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas data dan optimalisasi layanan distribusi BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, dampak dari proses tersebut membuat sebagian data konsumen menjadi tidak aktif. Pengguna yang terdampak diminta untuk melakukan pendaftaran ulang agar dapat kembali mengakses BBM subsidi.
Penulis : Ridwan Sulaiman
Editor : Tikampost









