Martapura, OKU Timur — Jumat, 8 Mei 2026 — Kabar gembira menyelimuti para petani karet di Kabupaten OKU Timur dan sekitarnya. Memasuki awal Mei 2026, harga getah karet di tingkat petani mengalami kenaikan signifikan, mencapai kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, seiring menguatnya harga karet di pasar global.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas jual beli karet di tingkat desa. Selain itu, aktivitas perbankan di wilayah Martapura, khususnya di unit dan kantor cabang pembantu, dilaporkan mulai ramai didatangi nasabah.
Mayoritas nasabah yang melakukan transaksi didominasi oleh petani karet, serta petani komoditas lain seperti gabah dan jagung.

Salah seorang petani karet, Selamet (45), mengaku bersyukur atas kenaikan harga tersebut. Ia berharap kondisi ini dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah, harga getah karet sudah mulai stabil. Dari sebelumnya sekitar Rp7.000, sekarang bisa tembus Rp15.000. Semoga ke depan benar-benar stabil,” ujarnya.
Dampak positif kenaikan harga karet juga dirasakan oleh sektor informal. Ega Fadilah (21), seorang tukang parkir di Jalan Sudirman, mengungkapkan bahwa pendapatannya ikut meningkat.
“Semenjak harga karet naik, pendapatan saya juga mulai stabil. Biasanya dapat Rp40 ribu saja susah, sekarang bisa sampai Rp50 ribu,” katanya.
Hal serupa disampaikan seorang petugas keamanan di salah satu bank milik negara yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan, peningkatan aktivitas nasabah mulai terlihat sejak harga karet mengalami kenaikan.
“Bank sekarang sudah mulai ramai lagi. Kenaikan harga karet ini cukup membantu meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Kenaikan harga karet ini diharapkan mampu mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Martapura dan sekitarnya.
Penulis : Hendri Darmawan
Editor : Tikampost









