Kuala Kapuas, Tikampost.id – 8 Mei 2026
Kondisi memprihatinkan terlihat di ruas Jalan Sei Lasar, RT 02, Kelurahan Palingkau Baru, Kabupaten Kapuas. Jalan semenisasi yang menjadi akses utama warga itu dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama puluhan tahun tanpa perbaikan berarti dari pemerintah daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir seluruh badan jalan dipenuhi lubang dan permukaannya hancur. Di beberapa titik, genangan air kerap muncul saat hujan, memperparah kondisi serta meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

“Sudah lama sekali rusak, tapi belum pernah diperbaiki. Kalau hujan, air tergenang dan sangat berbahaya. Kami terpaksa ekstra hati-hati setiap melintas,” ujar seorang warga yang bekerja sebagai ojek, Jumat (08/05/2026).
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas dan produktivitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses penting bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, petani, hingga buruh harian.
Warga menilai lambannya penanganan infrastruktur ini mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Ini akses utama kami untuk bekerja dan beraktivitas,” kata warga lainnya.
Di sisi lain, pihak kelurahan mengakui kondisi jalan tersebut memang sudah lama rusak. Lurah Palingkau Lama, Suriani, menyebut bahwa usulan perbaikan sebenarnya telah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
“Memang benar kondisinya sudah rusak parah, terutama di sekitar area samping masjid. Jalan itu sudah termakan usia,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Namun demikian, hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi. Alasan keterbatasan anggaran kembali menjadi kendala utama yang disampaikan pihak pemerintah.
“Kami sudah mengusulkan setiap tahun, tetapi belum ada realisasi. Ini karena keterbatasan dana,” jelasnya.
Fakta lain di lapangan menunjukkan, pada tahun sebelumnya pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan pengukuran terhadap ruas jalan tersebut dengan panjang sekitar satu kilometer. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan proyek perbaikan akan dilaksanakan.
Situasi ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kapuas, terutama untuk wilayah yang telah lama mengalami kerusakan serius.
Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda perbaikan jalan yang dinilai sudah sangat mendesak tersebut.
“Jangan tunggu sampai ada korban. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas warga.
Penulis : Moh. Sariansyah
Editor : Tikampost









